Tags

, , , , , ,

Coklat

 

 

Aku adalah seorang lelaki pecinta wanita, dan Aku mencintai Nadya pacarku. Karenanya Aku hendak memberikan segenap kasih Sayangku dan cintaku padanya seorang, tidak kepada yang lain. Apalagi besok tanggal 14 Februari adalah Hari Valentine, wow, hari kasih Sayang. Tentu saja tak akan kulewatkan hari sakral bagi para pecinta ini dengan hal-hal biasa saja. Akan kutambahkan intensitas kasih sayangku pada Nadya. Tapi bukan berarti hari-hari biasa sebelumnya Aku tidak Sayang pacarku itu. Seperti kubilang tadi Aku amat sayang dan mencintai perempuanku itu, tapi karena besok adalah tanggal 14 maka Aku harus meningkatkan kadar kasih sayangku padanya atas nama hari Valentine. Dan rasanya tak ada lagi simbol kasih sayang terbaik yang harus kuberikan pada pacarku itu selain sebatang coklat bermerk terkenal yang dibungkus dengan rapi dan cantik menarik. Walau Aku tak tahu juga korelasi antara kasih sayang dan coklat, Aku kurang paham apa antara kedua hal yang berbeda tataran ini ada hubungannya: Coklat benda fisik, kasih sayang metafisik namun ada. Tapi sudahlah tak perlu rasanya hari kasih sayang ini dibuat pusing hal sepele demikian, yang penting adalah Aku akan menjalankan sebuah tradisi pemberian coklat sebagai tanda kasih sayang, yang sudah bertahan beberapa dekade lamanya didunia. Tak perlu berpikir ingin tahu yang lain. Sebenarnya Aku berpikir besok juga hampir 1 tahun Aku dan Nadya pacaran, waktu yang cukup lama untuk sudah tahu banyak hal dan kepribadian masing-masing. Kecuali satu: Kami belum pernah mengeksplorasi tubuh masing-masing. Ah, besok hari kasih Sayang. Aku membayangkan sebatang coklat kasih Sayangku untuk Nadya akan melelehkan hatinya dan menyulut keinginan untuk memadu kasih sayang itu dalam sesuatu yang lebih. Maka ketika hangatnya bara cinta Kami berdua akan ditambah tenaga coklat cinta yang lantas membuat panas membara membakar birahi, Aku dan Nadya akan bercinta dibawah bulan purnama bugil bulat sementara Kami membulat dalam bugil, dan bercintalah Kami atas nama kasih sayang sebab inilah hari kasih sayang dan Aku sayang Kamu Nadya. Konon coklat adalah pemnbangkit birahi nomor wahid di dunia ini, jadi perempuanku sudah makan sebatang coklat tanda kasih sayangku dan terbakarlah Dia untuk melayaniku bercinta. Dan semuanya atas nama cinta, kasih sayang, dan simbol coklat. Oh, tak sabar Aku menanti bayanganku jadi kenyataan besok. Aku harus telepon Nadya mengajak bertemu.

 

 

***

Namaku Nadya, dan Aku adalah seorang perempuan pecinta lelaki. Dan Aku mencintai lelakiku. Tapi itu dulu, sebab baru 60 menit yang lalu Aku kehilangan rasa dan bara cinta yang sempat kami jaga hampir 1 tahun lamanya, sebut Aku kolot dan konservatif. Tapi Aku tak suka perilaku bodoh lelakiku yang terseret mode dan memberi sebatang coklat padaku. Mungkin tidak ada yang salah dengan pemberian sebatang coklat itu, 2 jam yang lalu lelakiku mengajak Kami berduaan ditempat romantis biasa Kami berdua bercengkerama. Disebuah taman kota yang banyak nyamuknya kalau malam namun lampunya remang-remang jadi terkesan romantis. Dibawah sinar bulan purnama yang bugil bulat, semua terkesan sangat menyenangkan dan baik-baik saja sampai tiba waktu ketika lelakiku memberikan sebatang coklat dan mengatakan Dia sayang Aku, dan alangkah terkejutnya Aku kala Dia lebih berani lagi mengajak Aku bugil bulat persis bulan purnama dilangit itu, kemudian membulat bugil bersama disebuah kamar gelap untuk mempertemukan Phallus dan Labia dalam kerangka cinta atas nama cinta dan dilandasi kasih sayang. Ah, hilang sudah suasana romantisku. Hilang sudah lelakiku, maka kubalas hadiah sebatang coklat lelakiku dengan sebentuk merah di pipinya yang jadi korban keganasan telapak tanganku saat menamparnya. Lalu kutinggal berlari kerumah. Dan inilah Aku kini, meringkuk dikamar terpekur menangis tersedu. Tapi tangisku adalah tangis lega, bukan tangis kehilangan. Aku lega dapat lepas dari perangkap penyeragaman makna ini, penyeragaman makna cinta dan gejolak nafsu yang hendak disama-ratakan. Menurutku keduanya berbeda, karena cinta adalah perkara lahiriah yang memuaskan perasaan. Sedangkan nafsu adalah tentang badaniah yang harus dipuaskan oleh paksaan Eros dan Thanatos, dua pengemudi nafsu dalam diri lelaki dan perempuan seperti yang dikatakan Freud bahwa keduanya ada. Aku mudah menerima, tak kusangka semudah ini. Mudah melepaskan lelakiku 2 jam yang lalu setelah tahu Dia berpikir kasih sayang harus dilampiaskan dengan kelindan seks dan percumbuan. Hampir 1 tahun bersamanya yang telah lewat kuanggap berlalu begitu saja tanpa menghitung untung rugi. Karena Aku Nadya pecinta lelaki, dan Aku (pernah) mencintai lelakiku itu. Dan baru saja meninggalkan Dia 2 jam lalu demi kehormatanku.

 

 

 

***

Aku adalah sebatang coklat, dan sepertinya Aku tak bisa mencintai lelaki ataupun perempuan sebab Aku hanya sebatang coklat. Pasif, tanpa pretensi dan tendensi. Juga hasrat untuk memiliki dan dimiliki. Ahu hanya bisa terdiam dan dimiliki Mereka yang punya uang dan mampu membeli. Karena Aku hanya sebatang coklat yang dibuat dari lemak kakau dan berwarna gelap. Manalah Aku sempat juga protes kenapa Aku dijadikan simbol kasih sayang. Aku yang awalnya berasa pahit namun dengan ditambah pemanis jadilah rasaku manis digemari banyak orang. Mungkin karena manisku inilah Aku dijadikan simbol kasih sayang yang manis, ah andai Mereka tahu rasa awalku pahit bila tanpa pemanis. Apakah Mereka manusia tetap mau menjadikan Aku simbol kasih sayang. Namun sesungguhnya Aku tahu bahwa yang pertama menjadikan Aku sebagai simbol kasih sayang adalah para pebisnis dan pengusaha yang berusaha mengeruk keuntungan. Saudara jauhku coklat di Jepang bilang lewat ikatan telepati bahwa pada tahun 1958 di negeri Ultraman itu sebuah perusahaan coklat bernama Mary Chocolate Co. hanya mampu menjual coklat 3 batang dalam 1 minggu pertama operasinya. Namun seiring dengan derasnya propaganda hari kasih sayang 14 februari harus dirayakan dengan coklat, tiba-tiba penjualan coklat meningkat drastis dan kini para remaja Jepang membeli coklat rata-rata seharga 50 ribu rupiah untuk menunjukkan kasih sayang pada pacar atau orang terdekat. Aku tahu bahwa Aku dan bangsaku coklat adalah alat mencari keuntungan para pengusaha cerdas. Aku dan kawanku yang lain adalah penghasil profit yang lumayan, terbukti lagi ketika di tahun 2008 di negeri paman Sam ada sekitar 14,4 Milyar dollar uang yang berputar dalam bisnis coklat selama hari valentine. Sementara 24 juta tangkai bunga terjual, sungguh Aku tak bisa protes dan menolak dijual walau tahu kenyataan seperti itu. Aku yang sebatang coklat saja dapat berpikir ini hari kasih sayang atau hari uang? Tapi para manusia yang dimabuk cinta itu mungkin tahu namun memilih diam dan pura-pura tidak tahu. Mereka diracuni media-media yang menggembor-gemborkan tanggal 14 sebagai hari kasih sayang. Walau para media juga melakukannya untuk ikut menikmati potongan kue profit bisnis kasih sayang tadi.  Manusia malang ini sudah amat percaya dengan media, maka terdoktrinasi semua untuk merayakan tanggal 14 sebagai hari kasih sayang. Tanpa mau bertanya dan ingin tahu sejarah pembentukannya. Tapi memang manusia ini selalu ikut-ikutan kan? Jangankan perihal kasih sayang, perihal membunuh saja Mereka bisa ikut-ikutan. Pernah ada kawanku coklat yang dijual disebuah toko bilang Dia dicuri seorang lelaki berbaju kumal. Mungkin terpaksa karena keluarganya nyaris mati kelaparan, alangkah ngerinya lalu lelaki ketahuan mencuri itu dipukuli banyak orang sampai mati. Dan orang-orang banyak yang memukuli itu rupanya tak tahu awal masalahnya, Mereka hanya ikut-ikutan karena banyak orang memukul dan sedang kurang kerjaan. Setelah nyawa pencuri melayang baru Mereka bertanya apa masalahnya. Luar biasa bukan?

 

 

Malam ini nasib membawaku pada tangan lelaki itu, Dia memberikan Aku pada pacarnya seorang perempuan yang kutahu dipanggilnya Nadya. Tapi beberapa waktu berselang Nadya ini menampar muka lelaki itu lantas berlari pergi. Dan alangkah kagetnya Aku begitu tahu bahwa Aku sebatang coklat tak berdaya hendak dijadikan sogokan pada perempuan itu agar Dia mau berhubungan intim dengan sang lelaki. Oh Tuhan, alangkah hina diriku ini hanya dijadikan alat pembujuk untuk berbuat mesum. Maka Aku salut pada perempuan bernama Nadya ini yang menolak bujukan lelakinya dan menolak Aku. Sekarang dimalam dingin dibawah bulan purnama ini hanya ada Aku, sebatang coklat yang dipegang lelaki galau yang gagal mengajak bercinta pacarnya ini. Dia menarik nafas dalam-dalam. Menyesal atau kecewa mungkin tak berhasil mendapatkan keinginannya. Kemudian lelaki itu menelanjangi tubuhku, membuka bungkus luarku dan rupanya Dia akan memakanku. Mungkin sang lelaki merasa sayang Aku sudah dibeli namun tak berhasil diberikan pada sang (mantan) pacar maka Dia akan memakanku sendiri. Oh rupanya berakhir disini kisahku sebagai sebatang coklat akan segera masuk pada mulut lelaki itu, dikunyah gigi geraham, didorong gerakan peristaltik dalam kerongkongan, lalu masuk lambung dan digerus asam. Maka ijinkan Aku berdoa untuk terakhir kalinya: oh Tuhan yang Maha pengasih sepanjang waktu tanpa harus menunggu tanggal 14. aku mohon padamu, jadikanlah Aku beracun agar ketika ditelan sang lelaki laknat ini tersedaklah Dia dan mati dalam kesakitan. Doa yang kejam mungkin, tapi Aku hanya sebatang coklat. Jadi mungkin Tuhan tak akan mengabulkan doaku, dan sang lelaki galau akan tetap hidup untuk membeli saudaraku sesama coklat tahun depan. Agar bisa merayu perempuan lain bercinta dengannya atas nama kasih sayang dan Cinta.

 

 

SELESAI

 

( wahai para manusia yang merayakan valentine di tanggal 14 Februari, apakah Anda semua sudah tahu sejarah panjang pembentukan perayaan hari kasih sayang ini? Atau hanya ikut-ikutan saja merayakan? Atau Kalian sudah tahu motif bisnis dibelakangnya tapi pura-pura diam dan tidak tahu? )

 

 

ARIS SETYAWAN

 

Yogyakarta, 21 Februari 2011

 

( Created and sent from my friend’s computer. For more word and shit log on to http://www.arisgrungies.multiply.com )

Advertisements