Perempuan itu suka dengan hujan, semula hanya itu yg kutahutentangnya. Juga namanya yg pendek namun menegaskan keanggunannya:Nadya. Aku tak begitu mengenalnya walau rumahnya persis disebelahrumahku semenjak 2 bulan lalu saat Dia sekeluarga pindah dari jauh danmenetap disana , yg kutahu Nadya adalah gadis muda cantik pendiam ygjarang bergaul keluar. aku (dan mungkin juga warga sekitar lainnya)hanya tahu bahwa Nadya ini amat suka dengan hujan. Dia sangat sukaberdiri ditengah derasnya guyuran hujan hanya untuk menunggu saatdimana hujan reda dan kemudian Dia menciumi bau wangi khas tanah sertarerumputan yg tersiram air hujan. Sesuatu yg janggal menurutku danorang kebanyakan, untuk apa melakukan kebiasaan aneh begitu? Berdiridiam dihalaman depan hanya untuk melamun dan ketika hujan reda lantasperasaan terasa lega. Tentu saja Kami anggap aneh, walau tidakbaginya. Karena sesuatu yg Kita cap gila dan aneh belum tentudikatakan gila kan oleh orang lain, tergantung cara berpikirmasing-masing.

Awalnya Aku memang tak peduli pada kebiasaan perempuan itu. Tiap hujanturun paling Aku hanya menyibak gorden jendela sedikit untuk mengintipapa Nadya sudah berdiri ditempatnya biasa menikmati guyuran hujan.Lalu ketika Kutahu Dia ada disana kupalingkan pandangku dan kubiarkanDia didunianya. Namun entah kenapa kian hari Aku penasaran juga kenapaperempuan ini suka hujan? Lama-lama akibat sering mengintip Diahujan-hujanan Aku tergoda ikut menikmati jatuhan air hujan. Aku kirayang bisa menggoda lelaki dewasa hanyalah perempuan yang telanjangbulat lalu menari didepan mata, namun ternyata godaan birahi itu cumadangkal saja. Karena ternyata godaan dari perempuan yang tengahbermain hujan lebih dalam rasanya. Maka disore hari yang gerimisdengan petir menyambar di cakrawala ini Aku berjalan keluar rumah,menyusul Nadya dihalaman rumahnya untuk menikmati hujan.

Aku sudah berada disebelah Nadya, Dia basah kuyup tapi entah kenapatak menggigil kedinginan. Dan ketika Aku hendak membuka mulutku untukmenyapa, seperti dapat membaca pikiranku Dia mendahului berkata “Akusudah tahu Yg ingin kau tanyakan. Kau penasaran kenapa Aku suka hujankan?” aku terhenyak, bagaimana Dia bisa tahu. Jangan-jangan Dia bisamembaca pikiranku.

“tidak, Aku tak mampu membaca pikiran, hanya mengira saja. Sebab takada alasan lain darimu kan pasti selain penasaran hingga Kau ikuthujan-hujanan bersamaku. Baiklah kujelaskan kenapa Aku suka hujan.Karena hujan itu anugerah Tuhan, coba kau bayangkan bila tak adahujan. Dunia Kita akan kering, tandus. Tahukah Kau bahwa jumlah airyang menguap ke awan serta yg dijatuhkan kebumi lagi sebagai hujan itunyaris sama. Sebuah keseimbangan yang diatur-NYA Sang Maha Seimbangagar alam tetap berimbang, coba bayangkan jika jumlahnya tak sama,lebih banyak yg menguap misalnya. Sudah barang tentu bumi akankekeringan.”

aku terdiam, entah kenapa tak mampu bicara, Aku hanya mampu mendengarpembicaraannya ditengah guyuran hujan. Aku memicingkan mata karenatetesan air hujan membasahi kornea, sampai aku berpikir apa aku larisaja pulang kerumah yg hangat. Lalu masih dalam raguku Nadya berkata

“tidak perlu takut hujan melukaimu. Karena kecepatan jatuhnya hujantak pernah lebih dari 10 km/jam. Dan itupun sudah dihambat gesekanatmosfer, jadi Air hujan takkan melukaimu, bayangkan bila tak adagesekan atmosfer yg menghambat jatuhnya air hujan. Bumi Kita akanhancur tiap terjadi hujan. Oh ya Aku tadi belum kasih tahu ya kenapaAku suka hujan, sampai rela berdiri diam dibawah guyurannya. Aku sukahujan karena hujan meresonansi rinduku pada seseorang. Dalam hujan adanada nyanyian rindu yang hanya bisa didengar orang yg tengah rindu.Dan aku sering rindu seseorang yg bahkan tak pernah kutahu siapa Dia.Karenanya Aku gemar berdiri dibawah hujan. Karena Aku yakin hujan akanmenyampaikan getar rinduku padanya dan memanggilnya mendekat padaku.”

demi mendengar perkataan Nadya, Aku makin bimbang. lalu mengingatbahwa belakangan ini Aku merasakan kerinduan yang sama. Rindu padaseorang yg juga tak kutahu siapa, lalu seolah tiap hujan datang Akupun mendengar sayup-sayup nyanyian rindu memanggilku. Jadi inikahrupanya alasanku ikut bermain hujan bersamanya, alam bawah sadarkudijerat rindu Nadya yang diresonansikannya lewat hujan. Barulah Akusadar sekarang, Kami berdua adalah dua insan yang saling rindu kasihsayang seseorang dan rindu Kami disatukan lewat kekuatan hujan.Kutatap mata Nadya lekat-lekat sembari menelusuri kedalamanperasaannya. Kemudian pelan Aku berkata pada Nadya “jika Kitaibaratkan perasaan perempuan adalah samudera dalam, maka perasaanmuadalah samudera terdalam yg tak seorangpun tahu isi didalamnya. Makaijinkan Aku mencoba menyelami samudera terdalam perasaanmu itu agarAku tahu isinya” lalu Nadya mengeluarkan senyum termanisnya, tanpasadar tanganku menggandeng tangannya. Dan dibawah gerimis hujan soreini dihalaman rumahnya. Aku berkenalan dengan Nadya dan jugaperasaannya, perasaan perempuan yang suka hujan untuk menebar rindunyayang akhirnya memanggilku mendekat padanya.

Hujan sore ini akhirnya reda, tinggal tetesan kecil tersisa. Saatinilah Nadya berkata “akhirnya hujan reda. Coba kau cium wangi khastanah dan rumput setelah tersiram hujan. Tahukah Kau ini namanyaSenyawa Petrichor. Senyawa yg selalu muncul setelah bumi dan rumputterguyur air hujan. Iya Aku tahu Kau pasti seperti orang lain yangmenganggap kebiasaan ini aneh. Justru menurutku Mereka yang aneh,mereka terlampau sibuk menjadi mayat hidup dalam keseharian sampailupa menikmati hidup. Yg salah satunya bisa dilakukan dengan menikmatidetil-detil yg disuguhkan alam seperti ini.”

baiklah Nona, aku paham semua penjelasanmu. Jadi biarkan ku ucapterima kasih padamu hujan sore ini, karena telah Kau panggil Aku untukmendekat pada perempuan ini. Jadi Aku bisa berkenalan dengannya danbisa mendekap perasaan dan tubuh Nadya dihalaman rumahnya ketikahujan, lalu bersama menghirupi wangi khas Petrichor. Kini jadilah Kamisepasang lelaki dan perempuan yang suka hujan.

SELESAI

NB: untuk tambahan penjelasan tentang Petrichor atau Scent Of Rainbisa dilihat di situs Wikipedia.

ARIS SETYAWAN

Yogyakarta, 22 Agustus 2010.

( Created and sent from my old N-Gage phone. For more words and shitsplease log on to http://www.arisgrungies.multiply.com/ )

Advertisements