To: nadyaluvdolphin@dreamworld.com

from: catlover@realworld.com

subject: surat rindu.

CC: –
BCC: –

Dear Nadya.

Apa kabarmu disana perempuanku? Sudah barang tentu Kamu baik-baik saja
kan dinegeri jauh sana, Kamu pasti tengah berbahagia berada disebuah
dunia dimana “Kesedihan” tak ada dalam kamus bahasanya. Kukirim surat
ini dengan selaksa rinduku terlampir didalamnya. Dengan surat ini juga
kuajak Kamu bayangkan distopia saat Kita hidup di tahun 2093. Esok
Kita harus terus memakai masker gas untuk bernafas karena udara sudah
terlampau pekat dgn Co2 sementara o2 hilang entah kemana hingga bahkan
Kita harus berciuman dengan masker tetap menempel dimulut. Oksigen
adalah barang langka Sayang, menipis secara simultan dari atmosfer
karena berbagai faktor. Diantaranya dikarenakan pepohonan di hutan
yang didaulat memproduksi oksigen melenyap secara keseluruhan,
pepohonan diseluruh dunia habis dibabat manusia, hingga tak ada lagi
produsen oksigen. Juga karena berjuta ton pertahun karbondioksida yang
Kita buang keudara melalui terbakarnya gasolin di motor mobil yang
kita kendarai, juga dari cerobong asap pabrik-pabrik yang asapnya
mengepul berjuta kali lipat lebih tebal dari asal yang dihembuskan
dari mulut ayahmu yang gemar menghisap cerutu. Akibatnya udara Kita
terkontaminasi, Aku dan Kamu juga keseluruhan umat manusia harus
berhati-hati dalam bernafas. Kenakan masker atau kena kanker. Aku juga
tak’kan mampu persembahkan sekuntum mawar atau krisan kegemaranmu
ditahun itu karena seluruh tanaman mati tanpa air yg makin langka.
Bayangkan sayang. Sistem ekologi bumi benar-benar berantakan ditahun
itu. Alam rusak parah, hingga perputaran ekologi tak bisa berjalan,
air jadi asam dan mematikan semua yang mencoba meminumnya. Manusia
maupun tumbuhan atau hewan. Maka tak ada tanaman pangan dapat hidup,
juga karena kepanasan sebab kadar ultraviolet bumi terlalu tinggi
disebabkan lubang ozon sudah sebesar 78% keseluruhan luasnya. Akhirnya
Kita terpaksa membuat makanan sintesa, Aku dan Kamu candle light
dinner dengan menu karbohidrat, protein, dan vitamin kimiawi. Air
minum harus Kita daur ulang dari Air kencing. Dan tahukah Sayang,
semua kerusakan ditahun 2093 itu akibat ulah Kita manusia yang
ditahun-tahun sebelumnya semena-mena pada alam. Saat itulah ketika tak
ada air mengalir disungai, tak ada udara segar untuk bernafas, serta
tak ada tanaman pangan dapat hidup, para kapitalis dan manusia serakah
akan sadar bahwa ternyata uang itu sebanyak apapun tak enak dimakan.

Sayang, pada tahun 2093 mungkin Aku mampu mengajakmu jalan-jalan ke 2
kota yg paling ingin Kamu datangi. Kamu selalu ingin tahu rasa
glamornya Paris, atau urbannya New York. Tapi kini Aku tak mampu ajak
Kamu pergi karena Kota itu dinegara berbeda Sayang. Namun 83 tahun
lagi Kita pasti bisa kesana, Karena ditahun itu mungkin batas-batas
negara akan dihilangkan, tak ada lagi pemerintahan dan sebuah kesatuan
hukum bernama negara. Semua negara dipaksa melebur jadi satu dunia.
Jadi Kita tak repot ruwetnya birokrasi bikin paspor untuk keluar
negeri. Untuk apa harus membuat negara-negara dan merancang hegemoni
agar jadi superior dizaman kehancuran? Berbeda dengan dimasa kini
dimana sebuah negara harus lebih berkuasa ketimbang negara lain agar
bisa menghidupi penduduknya. Negara kini adalah sebuah persaingan
menjadi yang paling unggul untuk memperebutkan sumber daya alam,
karena mereka yang berkuasalah yang mampu mengeruk alam sebanyak
mungkin. Di tahun 2093 dimana alam sudah hancur apalagi yang akan
diperebutkan? Tak ada, matilah sistem pemerintahan dan birokrasi
karena semua orang sibuk mempertahankan diri dari kepunahan. Setiap
orang adalah presiden, hakim, menteri, dan agamawan bagi dirinya
sendiri.

Oh, di tahun itu pula Aku dan Kamu akan telanjang dimanapun. Bukan
maksudku vulgar atau cabul sayang. Tapi kelak Kita manusia bahkan akan
senggama dijalan raya. Para pesohor tak’kan malu beristri 1000 atau
umbar nafsu. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Karena kini Kita semua
sudah memulai prosesnya. Kita bicara moral namun telanjang bulat
dikeramaian. Jadi jangan heran Sayang Jika 83 tahun kelak Kita semua
bugil dijalan persis bayi baru lahir yang tak tertutup sehelai
benangpun. Era modernisme dan posmodernisme yang Kita agungkan abad
ini akhirnya tak menghasilkan kemajuan peradaban apapun. Justru
produknya adalah penghancuran besar-an alam secara perlahan serta
pembunuhan moral umat manusia secara hati-hati, maka pasca era
modernisme bukanlah kemajuan yang Kita dapat. Melainkan kemunduran.
Kita kembali kejaman purba dimana (kata para Darwinis. Tentu beda
pendapat para Agamis) homo sapiens generasi pertama hidup. Dengan
kerasnya kondisi lingkungan yang sudah rusak, Kita hanya akan peduli
kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Kita dipaksa hanya berusaha
makan minum dan bernafas. Itupun harus saling bunuh antar sesama agar
bisa bertahan. Manalah sempat Manusia memikirkan peradaban, atau
norma, atau seni atau bahkan sekedar berpakaian dikala tuntutan utama
agar hidup dizaman itu adalah makan dan bernafas. Maka ditahun 2093
bisa saja Kita akan menjadi manusia telanjang yang bernafas dengan
masker udara dan saling bunuh agar dapat makanan sintesa.

Nadya ku yang baik, maaf ya Jikalau suratku ini membuatmu ketakutan.
Tentu Kamu agak ngeri dan begidik membayangkan keadaan tahun 2093 ini.
Dan mendistraksimu melamun ditengah waktu belajarmu yang berharga.

Tapi tenang saja Sayang, ini kan hanya perkiraan. Prediksi sok tahu
belaka. Karena toh yang Penting sekarang Kita adalah manusia bijak
yang bijaksana mengelola alam. Serta moralitas dan norma antar sesama.
Bukan begitu kan sayang? Atau bukan? Kita bukan manusia bijak seperti
itu? Balas surat elektronik ini secepatnya, agar Aku tahu Kabarmu.

Nb: belajarlah yang rajin, cepat pulang agar Kita bisa sama-sama
bermain berkejaran dipinggir pantai sambil memandangi langit biru dan
gumpalan awan berbentuk kapas itu.

SELESAI

*sebuah catatan menyedihkan, sekarang Kita menanam benihnya. Benih
penghancuran alam semesta yang Kita tinggali, serta benih membunuh
moralitas kemanusiaan. Maka jangan heran bila 83 tahun yang akan
datang Kita akan memetik buah kehancurannya. Kehancuran dunia tempat
Kita berpijak, dan kehancuran moral. Moral yang membedakan Kita
manusia dengan binatang yang tak berotak*

ARIS SETYAWAN

Yogyakarta, 28 Juli 2010.

( created and sent from my old N-Gage phone. For more words and shits
log on to http://www.arisgrungies.multiply.com )

Advertisements