Tags

,

Beberapa Drummer ini adalah orang-orang Yang Saya Idolakan dan kagumi. Entah karena teknik permainannya, style, atau sound drum yg dihasilkan. Ya, Mereka ini menginfluence Saya, and all of them are the reason why i’d decided to play drum. And here the list of the man behind the drum i adore them:

1. John Bonham (Led Zeppelin): kombinasi permainan drum dan perkusi yg luar biasa, gebukan luar biasa kencang layaknya orang gebuk bedug. Membuat permainan drum Bonham sulit ditiru drummer manapun. Pantas jika Led Zeppelin langsung bubar ketika Bonham Meninggal, karena ga ada yg bisa menyamai permainannya. Saya selalu gagal tiap berusaha menyamai permainan drum Bonham. Terlaku berkarakter. Seperti solo drum yang dimainkannya di lagu Moby Dick misalnya, tak pernah berhasil Saya ikuti.

2. Dave Grohl (Nirvana, Scream): mantan drummer Nirvana yg belakangan jadi gitaris+vokalis Foo Fighters. Lalu kembali menabuh drum utk band super Them Crooked Vultures yg dibentuknya bersama Josh Homme (Queen Of The Stone Age) dan John Paul Jones (Led Zeppelin) Grohl adalah musisi multitalenta, drummer, penulis lagu, dan gitaris yg hebat. Pantaslah Saya bermimpi andai punya Talenta sepertinya.

3. Richard Mutter (Pas Band): mungkin seandainya Mutter enggak memutuskan bermain drum, maka Saya ini juga tak akan bermain drum seperti sekarang. Karena Richard Mutter lah Saya memutuskan untuk belajar drum dengan sungguh-sungguh. Bermula saat Saya terkagum-kagum dengan teknik Double Pedal Mutter di album In(No)Sensation Pas Band puluhan tahun lalu, akhirnya Saya otodidak dgn drum. Sayangnya belakangan Mutter hengkang dari Pas utk mnjadi film maker. Lalu sempat berkontribusi pada departemen drum untuk Godbless dan Getah. Saya berani mentasbihkan Richard Mutter sebagai drummer terbaik Indonesia.

4. Lars Ulrich (Metallica): manusia luar biasa otak kecermelangan musikalitas band thrash metal legendaris Metallica. Ulrich adalah manusia sombong dan Arogan, tapi Dia pantas begitu. Karena Dia memang hebat. Entah berapa juta drummer didunia ini yg mengagumi dan terinspirasi olehnya. Termasuk Saya didalamnya.

4. Larry Mullen Jr. (U2): Mullen tidak akan pernah bermain double Pedal atau kerumitan skill ala Mike Portnoy Dream Theater. Dia juga tak akan beringasan menggebuk drum tempo cepat macam Travis Barker Blink-182. Lalu apa kelebihannya? Sound yg Elegan dan anggun untuk melengkapi sound mengawang U2 yg diciptakan gitaris The Edge. Teknik simple Larry Mullen Jr. Benar-benar tak tertandingi dan justru semakin menegaskan bahwa terkadang untuk membuat sebuah keindahan kita tak perlu memahami kompleksitas, cukup simplisitas Saja.

5. Butch Vig (Garbage): drummer satu inilah yg sekarang ini Saya benar-benar berharap andai Saya bisa punya kemampuan sepertinya. Karena Vig adalah musisi sukses baik dari segi idealisme maupun komersil. Idealis karena Ia adalah produser dan bertanggung jawab menangani sendiri sound drum seperti apa yg Ia inginkan untuk Garbage, Shirley Manson vokalis Garbage memang piawai menulis lirik, tapi karena kejeniusan Butch Vig dikombinasi kemampuan gitaris Duke Eriksson dlm meramu instrumen konvensional dan bebunyian elektronik lah yg membuat Garbage jadi band sedahsyat itu. Komersil karena Vig adalah produser yg hebat. Banyak artis yg diproduseri olehnya maka albumnya akan laris manis. Tidak percaya? Coba cek cover album Nevermindnya Nirvana yg terjual jutaan kopi itu dan bahkan mampu membuat pergeseran budaya serta trend musik di era 90-an, Butch Vig lah produsernya. Ia Juga memproduseri AFI dan Jessy Moss. Kalau Saya bisa seperti Vig, mungkin Saya bisa merubah trend musik Indonesia. 🙂

demikian beberapa drummer yang Saya kagumi dan Saya anggap drummer-drummer terbaik di dunia. Dan tentunya tulisan ini sepenuhnya subyektif hingga opini orang lain mungkin akan berbeda tentang siapa yg terbaik. Karena tiap orang memang mempunyai penilaian berbeda-beda akan sesuatu. Seperti kaum lelaki yg menilai Payudara Wanita adalah keindahan, sementara bagi anak-anak dan bayi Payudara adalah tempat keluarnya ASI yg bisa mereka minum. Sama-sama Payudara tapi berbeda penilaian karena beda paradigma dan konteks.

ARIS SETYAWAN

Karanganyar, 29 Januari 2010

( For more shit please visit http://www.arisgrungies.multiply.com )

Advertisements