Kisah Tentang Pelacuran. “Terinspirasi Dari Mbak Ningsih, Tokoh Film Mengejar Mas-Mas”

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Wanita Tuna susila bahasa kerennya…Pecun bahasa gaulnya…Pelacur bahasa agak kasarnya, Wanita Jalang bahasa kasar banget….

tau2 pengen nulis kayak gini, terinspirasi membahas pelacuran setelah menonton film “Mengejar Mas-Mas” yg dibintangi oleh Dina Olivia, Poppy Sovia. Dwi Sasono. Film ini bercerita tentang Shanaz (Poppy sovia) yg lari dari rumah menyusul pacarnya ke jogja karena ada pertengkaran dengan ibunya, namun ketika sampai di Jogja pacarnya terlanjur naik gunung sehingga Shanaz yg ga punya duit sama sekali terlunta-lunta dan nyasar ke Lokalisasi kelas bawah di Jogja. Hingga akhirnya bertemu Ningsih (Dina Olivia) seorang Wanita tuna Susila di kawasan itu.Film yg digarap oleh……halah ini bahas pelacur apa bahas Film mengejar mas-mas toh? Sabar brur, toh gw nulis kan karena kemaren liat pilem ini di teve…..

mo di penjuru dunia manapun Pelacuran memang selalu ada karena Seks adalah barang yg dianggap sebagai hal dasar, hal pokok. Kayak sembako juga menjadi hal pokok maka menjamurlah Toko2 Dan kios2 yg jual sembako. Karena Seks juga kebutuhan dasar, kemudia menjamur jugalah jualan Daging di seluruh penjuru dunia. Setiap daerah, tiap negara di dunia ini selalu punya satu tempat sebagai jargon Lokalisasi. Malah dibeberapa negara Pelacuran di Legalkan. Jerman sebagai contoh melegalkan prostitusi dan pelacuran, sehingga pas ada gelaran Piala Dunia Jerman kemarin memperbanyak Impor kondom karena yakin bakal banyak Penonton piala dunia yg ikut merasakan prostitusi Jerman. Intinya di segala tempat selalu ada Lokalisasi. Di Indonesia sendiri tiap daerah selalu punya juga tempat seperti itu. Kramat Tunggak di Jakarta (Dulu), bandung punya Saritem & Braga, Sarkem di Jogja, Gang Dolly di Surabaya. Kalo Di Solo dikawasan RRI. (buset Loe tau ajah? Dah nyobain dateng satu2 yah? Hahaha….yah gaklah,,,……) nah kan? Ada aja Lokalisasi, bagaimana di kotamu? Ada ga? Ada donk….

Well ga semua Pelacur santun seperti mbak Ningsih di Pilem Mengejar Mas-Mas. Tapi pada dasarnya semua punya alasan menjual diri yang sama: Terjepit kondisi Finansial. Kebanyakan para wanita2 itu mengaku terpaksa jualan daging karena kondisi ekonomi yg memaksa mereka tetap makan namun kesulitan mencari makan secara baik2. Akhirnya jadilah mereka tukang jual daging. Dan prinsip orang dagang juga berlaku di dunia prostitusi ini: ada penjual ketika ada pembeli. Selama masih banyak lelaki hidung belang, maka prostitusi akan masih menjamur bahkan bisa jadi makin menggila. Para lelaki hidung belang banyak yg mengaku kayak gini: “yah cari refreshing mas, setelah capek pusing mikir cari makan. Sekali-kali cari hiburan gpp dong” oh ya, kalo memang cari hiburan saja setelah capek2 cari duit. Koq duit yg udah capek2 dicari itu juga ikut ilang gitu aja buat bayar psk? Ada tetangga gw, sebut saja Pak Miyo (buset namanya jepang banget kalo ga kayak merk sepeda motor) Pak Miyo berusia akhir 40-an. Beristeri, punya satu anak. Mengaku mengalami kebosanan akan hidup dan Membeli Daging di Lokalisasi dikatakannya sebagai salah satu obat yg cukup manjur. Awalnya pak Miyo hanya coba2, lama2 kecanduan dan segalanya dikorbankan agar bisa tetap mencicipi daging Mentah dikawasan Lokalisasi itu. Duit harian setelah capek berpanas-panasan yg harusnya lari kedapur, buntutnya juga jatuh kesana. Bahkan barang2 mulai dijual, Seekor sapi gemuk yg semula direncanakan untuk pernikahan sang Anak Perempuan juga ikut dijual hanya agar bisa tetap merasakan Daging mentah itu. Nah, apa kemudian Refreshing setelah capek cari duit bisa dijadikan alasan kalo pada akhirnya duit yg capek2 dicari itu juga habis untuk Refreshing?

Ironisnya sebenarnya masyarakat tau mengenai prostitusi seperti ini, bahkan mungkin aparat juga tau. Tapi semua seperti mendiamkan saja. Di daerah gw, tepatnya malah di kampung gw kawasan Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah, mulai menjamur villa2 plus2 dimana anda bisa menyewa perjam untuk bebas melakukan apapun bersama pasangan atau siapapun juga. Lha masyarakat yg kalo ada sinetron yg isinya seorang cewek hamil diluar nikah karena seks bebas marah2. Tapi begitu realita seperti ini memilih diam, mereka bukannya ga tau, tapi memilih pura2 ndak tahu, karena apa? Dengan adanya Villa Plus2 Kampung jadi dapet pemasukan tambahan tiap bulan dari Villa. Aparat juga diam saja kenapa? Mungkin sibuk Operasi & Razia kendaraan bermotor yah? Jadi ga sempet ngurusin begituan. Nah masyarakat sudah mendiamkan, aparat juga begitu. konsumen daging mentah makin banyak, maka makin suburlah bisnis prostitusi di Negeri Ini. Apa nanti di Indonesia bakal di Legalkan juga ya? Kayak di Jerman gitu?

Mbak Ningsih begitu Santun walaupun jadi Wanita Tuna Susila, menjaga Shanaz yg baru dikenalnya. Terpaksa juga menjual diri karena desakan ekonomi. Entah di ending tu fim ga dijelasin apa akhirnya mbak Ningsih tobat dan kembali kejalan yg lurus ga belok2 lg. Semua masalah selalu ada solusinya, demikian juga dengan masalah Prostitusi. Sepertinya di berita2 televisi dah sering diberitakan tentang pengrebekan kawasan lokalisai, yang edannya beberapa saat kemudian kawasan itu kembali beroperasi seolah ga terjadi satu apapun. Dan kenapa mereka masih nekad beroperasi kembali? Karena masih ada lelaki hidung belang yg membutuhkan. Selama masih ada konsumen, mereka tetap akan jual Daging….mungkin solusinya dari kita sendiri, tanya pada diri kita sendiri. Apa kita mendukung adanya Lokalisai dan prostitusi? Atau kita Menolak keras?

Dan untuk terakhir kalinya, gw mo bilang kalo Akting Dina Olivia di Film Mengejar Mas-Mas bagus banget……

hehehe…tapi bagusan Akting Poppy Sovia donk (soalnya dia lebih cantik sih…..Huahahahahaha)

Melly Goeslaw: Dinobatkan Sebagai “Ratu Soundtrack Indonesia” Kami Rindu Potret

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Melly Goeslaw. siapa yg ga kenal ma artis yg satu ini, anak dari musisi legendaris Melky Goeslaw yg bener2 merajai (eh salah ya gw. Harusnya meratui) panggung musik Negeri. Sudah tak terhitung jumlah lagu yg dia ciptakan (soalnya gw lom pernah ngitung sih) dan kebanyakan lagu ciptaannya jadi hits.

Well, gw pengen bahas Melly Goeslaw karena dia salah satu musisi Multi Talented yg luar biasa. Apalagi dia seorang wanita. Sangat berbakat dalam hal Song writing…

yg hendak gw bahas adalah mengenai Transformasi seorang Melly Goeslaw. dari seorang Melly Goeslaw vokalis Band “Potret” berubah menjadi Melly Goeslaw “Sang Ratu Soundtrack Indonesia”

jujur gw lebih suka Melly goeslaw yg dulu, doi lebih ketara sisi musikalitasnya. Karya2nya lebih berbobot. Beda dengan sekarang, kebanyakan lagu sekarang terlalu pasaran. Dan gitu2 aja, menurut kabar dari sebuah sumber yang kurang terpercaya dan diragukan identitasnya serta kejantanannya. Melly sama sekali ga bisa bermain alat musik. Doi hanya pintar menulis lagu, mereka-reka sebuah nada. Sementara yg membuat musiknya adalah suaminya Anto Hoed.

Coba bandingkan lagu2 Melly ketika Potret masih aktif di blantika musik Negeri, dengan lagu2 Melly sekarang saat dia laris manis bak kacang goreng mengisi Soundtrack, dulu lagu2 Potret lebih nge-Beat, eh lagu Melly sekarang cenderung Ngebosenin. Cuman Stagnan di Syntheziser & sampling2 yg notabene sama melulu. N coba hitung berapa banyak Film Indonesia yg digarap Soundtracknya oleh Melly Goeslaw? Dimulai dari “Ada Apa Dengan Cinta”, kemudian “Eiffel I’m In Love” “Apa Artinya Cinta” lanjut lagi dengan beberapa film lainnya yg terbaru ada Soundtrack pilem “Tentang Dia” “Heart”, “Love Is Cinta” “Butterly” “Ayat-Ayat Cinta”ah lupa gw. Banyak pokoknya.

Lalu kemana Potret? Mana sepak Terjang Band yg membawakan musik Simple namun enak didengar ini? Gw lebih suka Melly goeslaw sebagai Vokalis Potret ketimbang Melly Goeslaw Ratu Soundtrack. Gw ngerasa Melly sekarang terlalu ngejual asal laku. Coz semuanya jadi laku keras, sementara kalo di Potret mungkin terlalu idealis n ga begitu ngejual sehingga dicuekin deh. Kayak kasus Alv band yg terlalu idealis n ga begitu laku. Beda dengan Nugie Solo karier yg agak lebih bisa diterima pasar.

Bagaimanapun juga gw kangen lagu2

kayak Diam, Bagaikan Langit, Salah, dll, dst, dsb.

Kapan Melly kembali ke asal mulanya sebagai vokalis Potret. Kumohon Melly, lepaskan predikatmu sebagai Ratu Soundtrack Pilem Indonesia. Kembalilah menjadi Melly Goeslaw yang dulu….

Kumohon…..

Kumohooonnnnnn…..

kumohooooonnn Melllyyyyy…….

Mahasiswa: “Calon Intelektual Yg Ternyata Masih Seperti Anak SD”

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Tulisan ini bukan bermaksud Mendisk kreditkan pihak mahasiswa. Ini hanya demi kebaikan semua, ditulis berdasarkan laporan teman Saya Seorang Operator Warnet yg sedang kesal dengan Mahasiswa2 yg sering datang Ke warnetnya dan ga bisa menjaga kesopanan.

Mahasiswa Pejuang Reformasi

 

Wah Kenapa gw perlu nulis kayak gini? Lha mahasiswa koq mesti dibahas? Lha kenapa ga? Pasalnya mereka adalah calon penerus hidup matinya bangsa ini, yg bersekolah menuntut ilmu dan dikatakan sebagai “Calon Intelektual”

 

kalo ada demo2 di jalanan menuntut diturunkannya harga kebutuhan pokok, siapa lagi kalo bukan mahasiswa? Kebanyakan pejuang2 Reformasi tentu saja mahasiswa. Intinya mahasiswa adalah Calon Intelektual yg dididik untuk menjadi seorang yg berparadigma luas, ga melulu berdiri dan bercokol serta puas di satu tempat. Mereka adalah seorang yg berpendidikan tinggi (katanya sih)

 

tapi terkadang kenyataannya berkebalikan dengan katanya….

 

seorang yg berpendidikan tinggi namun kebanyakan masih berpikir dangkal. Lha mahasiswa kok seperti anak SD. Rame seperti di kampus sendiri. Menurut laporan dari seorang teman gw yg kerja di salah satu Warnet di Karanganyar Solo Jawa Tengah. Sekarang lg rame2 nya yg namanya “Ujian Cisco”

 

tau kan Cisco Loe Pada? Ujian Online gitulah intinya. Gw sedang ga pengen bahas ujiannya. Tapi sifat para orang yg ikutan ujiannya. Secara sebuah warnet adalah ruang publik tempat bagi banyak orang untuk mengakses internet. Tentu saja tempat itu dikunjungi oleh banyak orang dari banyak kalangan juga….

 

 

nah berhubung lg rame yg namanya ujian, tu para Mahasiswa berkumpul bersama untuk mengikuti ujian gitu..ini yg bikin sebel menurut laporan temen gw..lha mereka anggap warnet adalah kampus mereka sehingga mereka bebas teriak2 seperti di kampus sendiri. Terang saja beberapa user warnet yg ga ikut ujian merasa terganggu….

 

mahasiswa koq kayak anak SD gitu, teriak2 di tempat umum. lha kalo anak SD sih wajar2 saja teriak2 rame2 bercanda pas di tempat umu. Anak SD kalo lg di Sekolah belajar pasti ada ramenya dan kalo dah ditegur gurunya maka akan tenang. Anak SD kalo di tempat umum bisa jadi rame dan ditegur seseorang maka dia akan diam. Lha ini MAHASISWA. Calon Intelektual lg2 gw sebut. Apa pantas seorang Calon Intelektual ga bisa ngerubah sikap setelah ditegur? Soalnya menurut temen Gw yg jaga Warnet dia dah berkali-Kali bilangin ke Para Mahasiswa yg terhormat itu agar tenang karena menganggu user lain yg ga ikut ujian tapi yah ternyata Para Mahasiswa itu ber-IQ lebih rendah dari para Anak2 SD. Karena apa? Yah seperti yg Gw bilang tadi, anak SD aja kalo dibilangin nurut. Ga seperti para Mahasiswa yg bandel2 minta ampun….

 

 

yah semoga mereka2 para Mahasiswa bisa merubah sikap, karena memang bagaimanapun juga mereka2 adalah orang2 pintar yg akan menjadi penerus kemajuan bangsa ini.

 

 

Halo dunia! Saya Baru Mulai WordPress Mohon bantuannya…

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Hehehe….yah pokoknya baru mulai WordPress. dah mulai bosen di Friendster, MySpace, juga di Multiply. sapa tau disini lebih asik gitu…