NEGERI REALITY SHOW.

Desember 13, 2008 oleh arissetyawangrungies

“…Ini kenapa rame-rame begini ada banyak kamera segala…???

Mungkin kalimat diatas sering kita dengar belakangan ini di stasiun2 teve negeri kita tercinta ini. Ya, kalimat favorit yang sering diucapkan seseorang yang muncul di program Reality Show. Sodara-sodara, ditengah masyarakat yang semakin bergantung pada televisi sekarang ini. Maka stasiun teve harus makin pintar dalam meraih simpati pemirsanya, dengan cara membuat program2 yang sekiranya bakal laris manis tanjung kimpul. Dan celakanya belakangan tv kita semakin ga kreatif, mengeluarkan jurus aman ‘Ikut-ikutan’ membuat program tv lain yang laris. Budaya plagiat dengan tanpa malu mereka terapkan di negeri ini. Setelah beberapa waktu dulu trendnya adalah membuat sinetron Religi, Kuis, Ajang pencarian bakat, Acara Tangga lagu dengan pengisi acaranya Artis2 dan Band2 Top Ibukota yang bahkan performance mereka Lypsync serta Minus One. Membuat sinetron dengan judulnya nama-nama orang keren seperti Melati, Mawar, Marvel, Spiderman, Intan, Permata, Maia, Ahmad, Bunga, Desa, Indah, Sekali, Dll, Dst, Dsb. (Dan kenapa harus pake nama2 keren? Kenapa ga pake nama Bejo, Mimin, Maman, Momon, Dll, Dst, Dsb)

Sekarang yang lagi Up2date untuk ditiru adalah: Ladies and gentlement, let me introduce nowadays Indonesian people Fav Tv Programme; Reality Show.

Entah buat Anda yang sering menyimak atau bahkan ga mau tahu sama sekali. Tv kita dipenuhi Reality show. Dan tema dari acara2 ini sangat beragam. Mulai dari yang isinya nyari orang hilang, menjebak Playboy kesrimpet kabel, Memata-matai (Wah Spionase di tv. Kereeeeennnn), ‘Balikan’ dengan mantan pacar, Backstreet2an, ketemu temen Chatting, menjebak selingkuhan. Dan banyaaaaakkkk lagi.

Terjemahan harfiah “Reality Show” dalam bahasa Indonesia berarti “Acara yang berdasarkan Realita atau Kenyataan” heeeemmm berarti kita bisa dengan kuat berasumsi inilah kondisi realita Negeri ini: banyak orang hilang, banyak Playboy berkeliaran, Banyak Mata-mata dan spionase baik yang benar2 dari pihak Intelijen suatu negara atau Cuma Mata2 Bohongan, banyak Orang Rujuk, banyak Penggemar Backstreet Boys (Nah Loh…?? Ralat. Banyak yang punya hubungan cinta tanpa disetujui), banyak orang yang tadinya Cuma chatting lalu kopi darat, dan inilah yang paling hebat. Di negeri ini banyak orang Selingkuh.

Lalu kenapa hanya semua problema itu saja yang diangkat kepermukaan? Kan masih banyak realita lain yang bisa dijadikan tema? Kisah Cinta Kaum Kusam, kehidupan para termarjinalkan, uang makan kuli bangunan, Pencopet patah hati, Korupsi berjamaah. Apalah. Mungkin ya itu tadi ya, namanya juga Reality Show, jadi yang diangkat ya Realita2 yang paling Penting Saja. Ok, beberapa Reality show memang mempunyai tema yang bagus. Yang isinya mencari orang hilang, cewek cakep tinggal bareng orang miskin, renovasi rumah. Tapi beberapa Reality show yang ada sekarang terasa sangat mengganggu. Ada yang menganggu privasi orang lain, bahkan semuanya nyaris sama, terutama yang temanya perebutan pacar atau kisah tentang seorang yang disakiti kekasihnya. Pada akhir acara2 itu kini harus diakhiri dengan berantem, jotos, tonjok, pukul, hantam, ngumpat, nama2 binatang disebut. Oh My God, apakah memperebutkan lawan jenis itu begitu penting sampai harus dibuktikan secara konfrontasi dengan kekerasan didepan publik seperti itu? Seolah-olah mereka tengah membela ideologi negara atau sebuah kepercayaan religius. Kalaupun memang penting kenapa juga harus dipublikasikan di tv. Sementara para pembuat acara ketika ditanya kenapa harus menampilkan adegan saat subyek berantem dengan enteng menjawab: namanya juga Reality Show. Semua mengalir apa adanya, direkam, editing minim, tanpa Naskah. Would You Believe it? Apa benar sebuah reality Show tanpa naskah? Apa benar orang2 didalamnya mengalami kejadian sebenarnya tanpa Akting? Lalu kenapa semua terasa seperti sadar kamera? Sadar bahwa mereka tengah disorot?

Beberapa acara juga sudah melenceng dari tema awalnya dan mencampuri urusan para client atau pelaku acaranya terlalu jauh. Acara yang isinya menjebak Playboy. Mereka bertugas menjebak seorang playboy agar ketahuan ke-playboy-annya didepan sang pelapor. Dan harusnya urusan mereka hanyalah menjebak sang playboy, ketika tugasnya sudah selesai dan playboy sudah ketahuan maka mereka harus lepas tangan, karena masalah berikutnya adalah privasi antara sang pelapor dan playboy. Biarlah mereka menyelesaikan sendiri perkara mereka. Namun kenyataannya para host Reality show tersebut kebablasan dengan ikut menghajar playboy, menghakiminya seolah-olah mereka mempunyai kepentingan didalamnya.

Apapun isi acara tersebut, Saya hanya bisa menyimpulkan bahwa negeri ini sedang senang bermimpi. Maka wajar jika para produsen reality show ogah membuat acara tentang realita yang sebenarnya di masyarakat. Dan angkatlah ke permukaan realita yang mereka anggap penting. Sesuatu yang menurut Saya terkadang Absurd, diluar nalar, terlalu berlebihan dan ga penting. Untuk apa membahas cinta monyet atau cinta lokasi dan selingkuh ketika perut sedang lapar karena tak mampu menebus sekilo beras yang harganya sudah terlampau mahal? Untuk apa meributkan perebutan kekasih atau menegaskan status sebuah hubungan ketika kepala sedang pening memikirkan, bagaimana biar bisa bayar tunggakan kontrakan yang 3 bulan tak terbayar?

“….Woi, An*i*g Lo, Ngen**t, awas lo ye tunggu pembalasan Gue…besok2 ye gue hajar balik Lo…”

Sebuah kalimat yang lagi2 ada di sebuah reality show, nampaknya sang tokoh didalamnya sedang merencanakan sebuah Vendetta. Balas dendam karena tidak terima, bisa jadi ga terima diperlakukan layaknya seorang koruptor dengan disorot kamera. Atau bisa jadi yang lain. Selamat datang di Negeri Reality Show.

ARIS SETYAWAN

Karanganyar 111208

(For More Sh*t please visit http://www.arisgrungies.multiply.com)

Grunge Resurrection

Desember 13, 2008 oleh arissetyawangrungies

Bayangkan ketika sekarang ini anak-anak Abg, Pelajar-pelajar Sma, juga anak-anak gaul lainnya yang biasanya berstyle Emo dengan rambut poni, celana ketat dan kaos MCR nya malih rupa berdandan ala Grunge. Mengenakan kemeja flanel ditambah jeans robek, rambut panjang acak-acakan, sepatu belel yang ga dicuci selama 3 bulan. Ketika itu terjadi mungkin kita sudah tiba dimasa kebangkitan Grunge.

Kenapa kebangkitan? Memang Grunge sedang mati ya? Kurang lebih bisa disebut demikian. Tapi lebih tepatnya genre yang sempat besar di awal tahun 90-an ini bukan mati. Hanya saja kurang muncul dipermukaan. Mari kita flashback ke masa lampau. Ketika grunge dengan hebatnya menjajah ranah musik Internasional. Saya tidak akan menyebutkan awal kemunculan Genre ini yang dimulai dari tahun 80-an oleh Green River, Mudhoney dan kawan-kawan. Untuk anda yang mungkin masih penasaran atau belum tahu sejarah panjang aliran musik ini silakan cari sendiri saja di Internet. Saya hanya mengajak flashback ke masa kejayaannya, era awal 90-an. Dimulai dengan meledaknya Album fenomenal Nirvana yakni Nevermind. Setelah sebelumnya tak ada satupun band Alternative atau secara spesifiknya Grunge yang bisa masuk jalur mainstream, Nevermind membawa sebuah formula tepat yang akhirnya bisa membuatnya masuk mainstream. Setelah penjualan Nevermind meledak, menyusul band-band grunge lain dikontrak label besar. Sebut saja Pearl Jam, Soundgarden, Alice In Chains. Band-band yang tadinya dipandang sebelah mata tiba-tiba bisa menjual jutaan copy dan menguasai tangga lagu. Grunge pun menjadi sebuah subkulture baru yang menguasai dunia menggantikan era metal dan glamrock. Mulailah anak-anak muda dipenjuru dunia mengikuti gaya idola-idola mereka mengenakan Style ala grunge.

Kenapa grunge begitu mudah diterima kala itu? Kenapa genre ini akhirnya baru bisa masuk mainstream pada awal tahun 90-an? Padahal sebenarnya bukankah genre ini sudah muncul dan tercipta cukup lama sekitar tahun 80-an ketika Mark Arm dari band Green River mengenalkannya kepada publik Seattle. Pada tahun itu pula band-band yang menggaungkan grunge semakin menjamur di kota asalnya Seattle. Tapi pada tahun itu pula grunge tak pernah bisa masuk mainstream karena kalah pamor dengan Metal dan glamrock yang sedang digandrungi saat itu. Menurut asumsi Saya grunge bisa diterima pada awal 90-an karena itu adalah momen yang tepat. Kondisi dunia yang sedang kacau balau, banyak orang frustasi, perang Teluk, Resesi Ekonomi, penyalahgunaan Obat terlarang yang makin merajalela. Dunia yang sedang depresi butuh sebuah wadah penyaluran untuk melepaskan semua masalah itu. Dan Grunge dianggap sebagai sebuah lansekap yang tepat. Sesuai dengan imej yang melekat pada grunge: depresi, frustasi, alienasi, drugs addict dan dunia berkata ini dia Sebuah lansekap buat melepas semua masalahku.

Secepat kemunculannya, secepat itulah pula kemundurannya. Perlahan namun pasti genre ini mulai memudar hilang dari peredaran. Pergeseran selera musik dituding sebagai penyebabnya. Budaya pop memang selalu bergerak dari satu ke yang lain dan tibalah saatnya bagi grunge untuk menghilang. Selain pergeseran selera musik ditambah lagi berbagai perpecahan serta bubarnya band-band yang mengusung alirannya. Tewasnya Kurt Cobain frontman Nirvana karena bunuh diri, Juga Layne Staley vokalis Alice In Chains yang meninggal karena overdosis penggunaan heroin, bubarnya Soundgarden. Dan banyak lagi band-band lain menyusul pecah atau bubar mempercepat pudarnya pengaruh grunge di kancah musik. Setelah berhasil menguasai dunia selama beberapa tahun maka hilanglah Seattle sound dari peredaran. Menyisakan keturunannya yang mentasbihkan diri dengan nama Post Grunge.

Sebenarnya setelah era 90-an itu grunge tidak sepenuhnya mati. Tentu saja masih banyak orang yang suka dan setia mendengarkan serta menganut Style grunge ini. Diseluruh dunia, khususnya di Indonesia masih banyak band-band yang mengaku memainkan musik distorsi keras ini. Hanya saja mungkin yang menjadi masalah adalah kurangnya naik ke permukaan. Band-band beraliran grunge ini kebanyakan hanya bisa bermain musik dan mengedarkan rekaman mereka di kalangan komunitas. Tak bisa masuk mainstream persis seperti halnya di awal kemunculan grunge tahun 80-an lalu. Band Grunge Indonesia yang bisa masuk mainstream atau major label bisa dihitung. Navicula, Cupumanik, Plastik di beberapa dekade lalu. Padahal banyak band-band bagus di negeri ini, hanya saja kendalanya mungkin kurang adanya wadah yang benar-benar bisa menjadi tempat berekspresi band grunge. Beberapa band memang bisa membentuk komunitas-komunitas yang cukup maju, membuat berbagai gigs-gigs dan event untuk menyalurkan nafsu bermusik, mengedarkan zine-zine baik yang dicetak maupun memanfaatkan media Blog, Fs, forum dan milis-milis. Tapi semuanya masih berkutat di ranah komunitas sendiri. Menjadi konsumsi komunitas. Sementara untuk mengharap ada seorang Good Samaritan dari pihak mainstream yang akan mengangkat Grunge ke permukaan ditengah kondisi industri musik Indonesia yang seperti ini sepertinya juga tidak mungkin. Jadi apakah akan ada wadah-wadah yang bisa membantu lagi kebangkitan grunge secara lebih baik?

Tapi untungnya masih ada juga pejuang-pejuang yang dengan penuh semangat membuat wadah itu. Sebuah tempat dimana para musisi pengusung grunge bisa saling bertemu, mempublikasikan musik yang mereka buat serta saling bertukar pikiran. Sebut saja www.totalfeedback.com yang sudah beberapa tahun tetap online sebagai Webzine serta direktori Grunge Indonesia. Disana kita bisa mendapatkan berita terbaru tentang Grunge, review band-band keren, membaca Artikel-artikel yang ditulis para Grungies, mendownload lagu-lagu yang disediakan, serta mengiklankan band kita. Terima kasih kepada Admin Totalfeedback yang masih bertahan mengelola situs itu walau dengan dana operasional pribadi. Selain Totalfeedback belakangan Situs yang muncul untuk dijadikan media bertukar pikiran para Grungies adalah www.naviculamusic.com

Web yang dikelola band asal Bali Navicula ini baru saja launching, dan rencananya juga akan dijadikan sebuah wadah bertemu para grungies. Terima kasih juga kepada Navicula yang mau membuat situs tersebut. Diharapkan dengan hadirnya www.naviculamusic.com serta tetap eksisnya www.totalfeedback.com bisa benar-benar menjadi media penyebaran grunge yang lebih baik. Sehingga Genre ini bisa terpublikasikan secara lebih luas dan akhirnya muncul kembali kepermukaan, kemudian kembali menjadi Genre yang menjajah peta musik Dunia dan Indonesia pada khususnya. Mari kita berharap ini akan menjadi kebangkitan Grunge.

Grunge Resurrection…!!!

Aris Setyawan

Karanganyar 12-12-2008

(For More Sh*t Please visit http://www.arisgrungies.multiply.com)

Grunge, Harus Suramkah?

Desember 13, 2008 oleh arissetyawangrungies

Saya pernah ikut sebuah milis yang bernama I-rocks. Milis ini diikuti banyak kalangan mulai dari para pekerja kantoran, wartawan musik, juga beberapa musisi terkenal negeri ini ikut didalamnya. Pokoknya yang ikut di milis ini ya orang-orang yang suka musik Rock. Apa yang menjadi tema didalam milis ini? Apapun yang berbau Rock dan turunannya. Milis ini terbilang sangat ramai aktivitasnya, setiap hari selalu ada thread baru yang dimunculkan entah membahas sebuah Current affairs ataupun membahas sebuah Album dari band rock kenamaan. Beberapa waktu setelah Saya gabung di I-Rocks Saya belum berani membuat Thread sendiri. Saya hanya membaca thread-thread yang ada dan menyimak apa-apa yang sedang didiskusikan disana. Dan memang benar apa-apa yang dibahas menyangkut rock dan turunannya mulai dari Metal, Progresive rock, heavy metal, Industrial Rock, Alternative, dll, dst, dsb. Tapi tak ada satupun yang membahas Grunge, akhirnya Saya beranikan membuat sebuah Thread dengan judul “Ada Yang Suka Grunge Ga Disini?” isi Thread hanya Saya isi singkat saja sebab inti thread ini sudah terjelaskan hanya pada judul. Beberapa waktu kemudian berbagai jawaban muncul dari para Anggota I-Rocks. Dan ini beberapa diantaranya:

“Saya dulu sempat Suka pas masih Sma, kalo sekarang kayaknya ga deh. Bosen…”

“oh ya Grunge ya, gimana ya. Kalo Cuma lewat dengar beberapa lagu sih ok aja. Tapi kalo disuruh suka banget kayaknya enggak deh. Soalnya Grunge ngebosenin banget tuh musiknya cuman gitu-gitu ajah…”

“Gw Suka Alice In Chains, tapi ga setuju kalo Do’i dikotakkan ke Grunge. Gw lebih suka Alice disebut Hardrock. “

“…Grunge…grunge…grunge…Suara motor 2 tak distarter….”

“Say Yes To Ed PJ, Say No To Cobain Nirvana…”

“Gw ikut nimbrung aja ya bro, Queen Of The Stone Age ntuh masuk Grunge ndak Seh?”

“Gw ga suka Grunge, Soalnya isinya Suram melulu…..”

Mengkutip komentar yang terakhir, Grunge isinya Suram melulu. Haha, mungkin memang sudah menjadi takdir bahwa Genre ini harus menegaskan sisi-sisi gelap. Depresi, frustasi, Alienasi, Kecanduan Obat terlarang, Suicide, Patah Hati, dan masih banyak lagi hal gelap lainnya. Apa karena Genre ini berasal dari kota Seattle yang udaranya selalu dingin, Kota yang selalu gelap tertutup mendung dan hujan. Maka musik yang tercipta disanapun gelap dan suram juga? Sesuram nasib para penduduknya yang notabene kebanyakan mempunyai kehidupan yang suram.

Yang tetap menjadi sebuah pertanyaan adalah Harus Selalu Suramkah Grunge? Bagaimana kalo tema-tema yang dibawakan musik Grunge dirubah saja membahas sesuatu yang lebih menyenangkan? Selingkuh mungkin, bukankah selingkuh itu menyenangkan? Buktinya belakangan semua band-band Indonesia lagi demam membuat lagu bertema selingkuh atau menyeleweng dari pasangan. Apakah jika sebuah band Grunge membuat lagu bertema diluar kesuraman lantas mereka dicap ‘Udah ga Grunge lagi karena udah ga suram’ lalu apa kalo sebuah band memutuskan membuat lagu bertema ceria dianggap sudah berkhianat dari Mazhab grunge? Tentu semuanya kembali ke diri kita sendiri. Bagi para penyuka musik Grunge, bisa ga kita menerima sebuah band yang keluar dari pakem Suram dan melangkah ke sisi ceria bahagia?

Aris Setyawan

Karanganyar 12-12-2008

(For More Sh*t Please Visit http://www.arisgrungies.multiply.com)

Tentang Lagu Pearl Jam “Jeremy”

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Tentang Alienisasi, kesepian, pemberontakan, bunuh diri, kekerasan. Lagu ini terinspirasi oleh cerita tragis Jeremy Wade Delle. Pada 8 January 1991, Jeremy Wade Delle, siswa Richardson High School Negara Bagian Dallas, terlambat mengikuti Periode Kedua kelas Inggris. Masalah Jeremy tersebut dikirim kebagian kantor Administrasi sehingga Jeremy tidak boleh mengikuti sekolah. Namun Jeremy kembali dengan Magnum 357. Ia hanya berbicara Sebuah Kalimat pendek dengan suara pelan “Miss, I Got what I really went for”-dan kemudian, Teman-teman sekelasnya menyaksikan adegan mengerikan, saat Jeremy meletakkan Pistol tersebut kedalam mulutnya dan menarik pelatuknya.

Membicarakan tentang Jeremy, Vedder menjelaskan “Aku Melihat Paragraf kecil didalam sebuah Koran tentang nama seorang anak, nama pertamanya Jeremy. Dia menembak dirinya sendiri didepan Kelas Pelajaran Inggris, lalu Aku Menulis, Aku bermaksud untuk menulis lagu malam itu, aku pikir Aku Menduga-duga apa yang terjadi? Aku menduga-duga mengapa dia melakukannya..” Vedder menjelaskan ada sumber lain yang menjadi inspirasi baginya untuk menulis lagu Jeremy. “Aku mengetahui sesorang di Smu, di San Diego, California, Dia Melakukan hal yang sama, hanya saja, tidak mengakhiri hidupnya tapi menembaki ruang Oceanography…Jadi Lagu ini sedikit bercerita tentang seorang anak yang bernama Jeremy dan juga sedikit bercerita tentang seorang anak Bernama Brian. Tentang hal-hal yang Kuketahui dan tak Kuketahui…Aku selalu berpikir tentang Jeremy saat aku menyanyikan lagu itu..”

Pada Tahun 1993 di Rockline Interview Vedder menjelaskan lagu & Video Jeremy menunjukkan Kekerasan yang terjadi pada generasi Muda. “Beberapa Anak Melakukannya. Aku tidak merekayasanya dalam lagu itu, karena semua adalah Fakta. Semua datang dari sebuah paragraf kecil di Koran yang berarti Kau membunuh Dirimu sendiri dan Kau membuat Pengorbanan yang amat besar dan mencoba mendapatkan balas dendammu. Padahal semua hanya akan berakhir di sebuah paragraf kecil disebuah koran..dunia akan terus berjalan sementara hidupmu berakhir. Balas Dendam terbaik bukanlah dengan cara mengakhiri hidup, tapi dengan cara melanjutkan hidup dan membuktikan dirimu sendiri. Menjadi lebih Kuat dari orang lain. Dan kemudian Kau akan kembali jadi seorang yang lebih baik….”

*ArisDeGrungiesCat

Shocking Blue: Band Penyanyi Lagu “Love Buzz”

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Ada yang suka Lagu Nirvana yg judulnya “Love Buzz”? pastinya yg ngaku anak Grunge dah ga asing lagi donk dengan lagu yg masuk di Album Bleach ini, pasalnya ni lagu gampang banget diingat liriknya, lah cuma 5 baris sih. lagu Dengan distorsi dan riff2 gitar yg kerasa banget kotornya ini biar musiknya susah dicerna tapi mudah diingat lah…….

pastinya pada tau donk siapa pencipta lagu ini? buat yg ngertinya “Grunge itu Nirvana” pasti nebak2 “ni Lagu ciptaan Kurt Cobain kan…..???…siapa Lagi?”

tapi buat yang “Grunge beneran” dan punya or paling ga pernah dengerin album Bleach, pasti tau kalo pencipta Lagu Love Buzz tu “Robby Van Leuween”

tapi siapa ya Robby Van Leuween itu….????

Robby van Leuween adalah anggota dari satu band Blues asal Belanda yg Punya nama “Shocking Blue” belum pernah denger?

ya pastinya blom brur, pasalnya ni Band exist taon 70-an. berdiri pada taon 1967, band ini terdiri dari Robby Van Leuween: Gitar, Fred De Wilde: Vocals, Klasjee Van Der Wall: Bass, Cornelius Van Der Beek: Drum….Namun pada perjalanannya Vokalis ni band diganti ma Mariska Veres, cewek tu………

lagu mereka yg cukup ngehits n ngebawa mereka ke jalur internasional judulnya “Venus” mereka dah nelurin banyak album Dude (tapi kok gw tetep baru denger mereka ya?)

Nah kembali ke Lagu Love Buzz tadi ya. Love Buzz ada di album Shocking Blue yg judulnya “At Home” pas di album ini vokalisnya dah diganti si-Mariska Veres. cewek loh, jadi versi asli lagu Love Buzz tu dinyanyiin ma cewek, aransemennya yah tau ndirilah sound-sound 70-an kayak gimana. terasa kental banget Lick2 Blues di lagu ini + Dengan tambahan Instrumen “Sitar”. yupz, Pada lagu Love Buzz asli ada suara Sitar. pokoknya ga kayak Love Buzz yg dah diaransemen Kurt dah.

masih pada asing dengan Shocking Blue? maklum deh, gw juga baru tau ni. pas gw ngobrak-abrik kaset temen gw gitu, eh ada kasetnya Shocking Blue, katanya punya Om dia gitu. eh gw liat2 ada lagu Love Buzz, penasaran gw dengerin. lah ni lagu jadul banget……..

trus kira2 kenapa yah Kurt Mutusin buat ngecover lagu ini trus masuk ke album Bleach? well, maybe kasusnya kayak lagu Season In The Sun. lagu yg Kurt Suka, ya dia Oprek deh….

Yg masih penasaran silakan cari di Wikipedia saja……..

Tabrak Lari: Scene Favorit Sinetron Kita.

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Lo mua masih suka nonton sinetron Negeri kita? kalau masih pastinya mulai hafal dengan adegan-adegannya, karena semuanya kebanyakan nyaris stagnan. sama saja ga ada beda. setelah kemaren dulu gw dikejutkan dengan menjamurnya cerita hamil diluar nikah di sinetron kita, sekarang gw dikejutkan ma satu Scence lagi: tabrak lari….

Lah, koq tabrak lari napa Bro..??? ya iyalah, soalnya di Sinetron-Sinetron tu sekarang lagi musim adegan dimana sang tokoh baik-baik dijorokin ma tokoh jahat-jahat trus jatuh di jalan, akhirnya ada kendaraan entah itu mobil atau kalo ga motor lewat. lalu lalu gimana kelanjutannya? yah kelanjutannya tokoh baik-baik teriak..AAAACCCHHHHHH…. trus ketabrak deh.

kenapa kayak gini perlu dibahas? penting yah? bisa dibilang penting bisa dibilang ga, soalnya kalo dipikir-pikir, tu adegan jadi ga jelas n ga realistis banget, secara tiap adegan yang gw liat pasti ga masuk nalar. jarak antara motor/mobil dan tokoh utama masih jauh banget, kalo mo lari juga masih bisa, eh malah teriak AAAACHHHHHH…nunggu ditabrak, apa ini ga ngajarin bunuh diri namanya?

yang lebih parah lagi n gw mo bahas sebenarnya efek satunya lagi, ngajarin gimana caranya tabrak lari. kebanyakan dari yang gw liat. pasti setelah motor/mobilnya nabrak trus pada lari deh gak tanggung jawab….

yah, pendidikan tabrak lari disiarkan nasional di stasiun Tv, dan edannya tu pendidikan jadi acara favorit masyarakat kita……

Stiker 50 tahun Indonesia Merdeka Nyasar Di Gitar Nick Zinner Gitaris “Yeah Yeah Yeahs”: Mempertanyakan Nasionalisme Kita.

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Sekedar buat yang belum tahu band yang punya nama Yeah Yeah Yeahs, berikut gw kasi sedikit cerita tentang mereka. Mereka terbentuk karena kepopuleran The Stroke dan beberapa grup garage lainnya. Trio asal New York yang terdiri dari sang vokalis, Karen O, gitarisnya Nicolas Zinner, dan drummer Brian Chase. Awal terbentuknya sebenarnya adalah pas Karen O ketemu Chase di Oberlin College yang ada di Ohio dan kebetulan juga ketemuan bareng Zinner (lewat perkenalan dengan teman).

Setelah pindah ke N.Y.U. Zinner dan Karen O ngebentuk band di tahun 2000 dan ngerekrut Chase. Yeah Yeah Yeahs nulis beberapa lagu di latihan mereka yang pertama dan tanpa diduga dalam waktu singkat mereka udah manggung (jadi band pembuka tentunya) untuk grup-grup macam Strokes dan White Stripes. Nggak kerasa jadi band pembuka ini berhasil mengumpulkan beberapa penggemar setia dan juga promosi yang baik buat penampilan mereka yang dibilang garage punk dengan gaya arty and sexy itu. Gw suka Yeah Yeah Yeahs karena mereka unik, cuma bertiga tanpa bassist namun Sound bisa tertutupi dengan permainan Gitar Nick Zinner yang Mumpuni. Lo bakal Nemuin Sound Blues, Punk, & Metal di lagu2 mereka. Buat yg penasaran yah cari aja lagu mereka, gw rekomendasikan Lo Dengerin Gold Lion, Cheated Heart, Maps, Y Control.

 

Ok, Enough for the story, sekarang kembali ke bahasan gw, Pada tau ga kalo pada gitar Strato Jepang milik Nick Zinner tertempel Stiker bertuliskan: 50 Tahun Indonesia Merdeka. Koq bisa, mang Nick punya darah Indo apa? Hahahaha, ga sama sekali. Doi asli kelahiran New York Amrik, Nick mengaku sengaja menempelkan Stiker tersebut karena dia cinta mati dengan negara Indonesia, dia mengagumi budayanya, alam, dan semua yg berbau Indonesia. Bahkan saking cintanya Nick dengan Indonesia, doi sempet Ngendon/tinggal di Yogyakarta selama 6 bulan untuk belajar Gamelan disana. Niat banget yah?

 

Ini yg bikin gw rada malu, lha gw ja maybe ga kan sebegitunya. Stiker yg tertempel di Gitar Gw stiker Nirvana, Silverchair. Kagak ada stiker Indonesia Merdeka. Jadi patut dipertanyakan Nasionalisme gw. Maybe Lo semua juga patut dipertanyakan, hehehehe….orang Amrik macam Nick cinta mati ma negeri kita ini, sementara kita sendiri selalu merasa bangga sok kebarat-baratan.

Yeah yeah yeahs

Cerpen Sebelum Aku Mati

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Aku sering berkunjung ke pemakaman. Baik itu untuk tujuan berziarah ke makam orang-orang yang telah dipanggil lebih dahulu, atau Cuma sekedar mencium wewangian kamboja yang semerbak di tanahnya. Semasa kecilku pun aku gemar berkunjung kesana. Dengan tanpa rasa takut kulompati Nisan-nisan yang diam membisu itu. Bahkan tak jarang kududuki satu-dua nisan yang bentuknya kukhayalkan sebagai seekor kuda. Aku serasa jadi ksatria berpedang dengan kuda kesayangannya tengah di medan perang. Aku senang menerbangkan layang-layangku di kompleks pemakaman. Kata orang sih angker. Tapi kataku di pemakaman ini banyak angin, jadi layang-layangku bisa mengangkasa dengan cepat. Ketika beranjak dewasapun aku tak bisa menghilangkan kebiasaan ini. Ketika ada tetangga atau kerabat yang meninggal dan hendak dikebumikan, entah kenapa senyuman mengembang di bibirku. Bukannya senyuman yang menunjukkan kebencianku pada orang mati itu. Tapi senyuman kegembiraan karena sebentar lagi aku akan turut menghantarnya menuju rumah masa depan sekaligus kediamannya di masa datang. Dengan penuh semangat diriku akan mengiring jenazah itu menuju kuburan. Begitu menginjakkan kaki di tanahnya. Aku akan memandang sekeliling, sekitar yang nampaknya sunyi, senyap. Kawanan burung gagak bersiul seraya bercengkerama di sudut. Ada beberapa gundukan tanah yang masih berwarna merah dan belum ditumbuhi rumput tanda penghuninya baru saja mengkapling jatah kediamannya. Ketika jenazah yang kuiring mulai diturunkan ke liang lahatnya, tanpa henti aku terus menatapnya, aku tak mau melewatkan satu momenpun. Mengerdipkan kelopakpun aku enggan. Dalam hati aku ucapkan perpisahan sekaligus selamat kepadanya. Selamat jalan wahai yang telah pergi, semoga kau dapatkan tempat yang lebih baik disana. Semoga kau diterima di sisi-NYA. Juga kuhaturkan selamat padamu, selamat karena kau lebih dulu meninggalkan dunia yang penuh kebohongan serta menjenuhkan ini. Pasti kau sungguh senang bisa meninggalkan permukaan bumi nan penuh benci ini, lalu kau bisa terbaring dengan tenang di dalam bumi, tanpa takut dilindas kesombongan sesama. Oh ya, apa disana kira-kira ada kantor pos? seandainya kau sudah menemukannya, jangan lupa kirim surat buatku. Ceritakan segala yang terjadi didalam sana. Kalau perlu berilah uang lebih pada sang kurir gaib biar suratnya cepat sampai. Selamat jalan, sampai jumpa. Sang jenazah telah tertimbun tanah. Bunga-bunga bertabur diatas gundukannya, semua orang termasuk keluarga almarhum telah meninggalkan pemakaman. Tinggal aku sendiri, aku dan banyak nisan serta para penghuninya. Seraya menatapi luasnya, aku mulai berpikir, merenung dan membayangkan. Ah, suatu saat nanti aku akan jadi salah satu penghuninya. Aku tak sabar menanti datangnya jatahku. Aku ingin segera jadi bagian dari mereka. Tapi, kupikir-pikir lagi nanti dulu. Masih banyak yang belum kulakukan. Sebelum aku mati, aku masih memimpikan banyak hal, aku masih ingin memberikan sesuatu kepada orang-orang yang kusayangi. Sebelum aku mati aku ingin…

Celaka, kematianku telah mendekat. Aku yakin bahwa ajal akan segera menjemputku. Aku tak bisa menjelaskan darimana aku mendapatkan berita ini. Tapi sepertinya perasaanku yang mengatakan bahwasanya mati akan segera menyergapku. Dari segala arah mata angin, dari langit, dari bawah bumi, dari mana-mana kematian bisa saja segera memeluk jasadku. Oh, tidak bagaimana ini? Bukannya aku hendak menolak ajal. Aku pasrah dan rela jika memang saatnya telah tiba. Tapi aku masih ingin melakukan banyak hal, aku masih muda dan juga enerjik. Aku masih dibutuhkan khalayak. Aku baru berumur 20 tahun. Masih perjaka ting-ting. Kematian, kenapa kau harus datang begitu cepat? Tunggulah barang beberapa tahun lagi, biar aku beruban dan wajahku keriput dahulu. Sekali lagi aku sulit mempercayainya, memang tak ada yang bisa memastikan bahwa hari ini atau esok kematian akan datang. Tapi sepertinya perasaanku kali ini bisa dipercaya. Aku memang akan segera mati. Jadi aku harus segera menyelesaikan yang belum terselesaikan, mengakhiri apa yang belum berakhir, serta membagikan segalanya sesuatu yang belum sempat kubagikan. Waktuku amat sempit, aku harus bergegas. Masih banyak tugas yang harus kujalankan. Baiklah, wahai sang ajal, jikalau memang kau hendak jemput aku sekarang. Beri aku kesempatan, aku butuh waktu untuk mengucapkan salam perpisahan pada dunia.

Aku telah meninggalkan kompleks perkuburan itu. Kini aku terduduk lunglai di kamar. Badanku serasa lemas dan otakku terasa kosong hampa. Bukannya karena takut akan datangnya mati, aku siap menghadapinya. Justru kematian telah lama kutunggu-tunggu. Cuma yang jadi masalah kenapa harus secepat ini? Saat ini aku belum menjelajah dunia sama sekali. Namun biar bagaimana kematian tak bisa ditawar lagi. Ya sudah, aku pasrah. Ok, aku sadar waktuku tak banyak. Degup jantungku serasa berpacu dengan hembusan angin. Diusiaku yang masih muda, banyak yang belum kuketahui dan belum kulakukan. Sebisa mungkin harus tercapai semua yang tadinya belum bisa tercapai.

Sebelum aku mati, aku harus membagi-bagikan semua milikku. Biar orang-orang terus mengenangku saat mereka menatap dan menyentuh barang-barang pemberianku. Semua yang hendak kubagikan mulai kukumpulkan. Dari barang-barang yang bersifat remeh sampai yang amat berharga. Buku-buku koleksi novelku akan kuserahkan buat si Citra yang kutu buku itu. Tas punggung dan juga alat-alat tulisku, emm, mendingan kuberikan pada joni. Tetangga sebelah yang masih duduk dibangku kelas 6 SD. Ia pasti sangat senang memperoleh tas baru namun seken ini. Oh iya, kaset-kaset Nirvana dari album pertama sampai terakhir. Benda yang paling berharga menurutku. Satu keputusan yang cukup sulit, hendak kuberikan pada siapa? Sosok yang akan menerimanya harus seseorang yang benar-benar cinta musik dan menganut paham idealisme. Biar ia bisa merawat kaset-kaset yang lumayan langka ini. Aha, tentu saja. Tak salah lagi, Veri. Ia adalah anak band. Pasti ia akan dengan sangat senang hati menerima pemberianku. Waduh, masih banyak yang harus kubagikan, masih banyak yang harus kulakukan. Tapi waktuku semakin sempit. Aku musti bergegas. Keringat dingin mulai bertetesan dari dahiku. Jantung berdegup lebih kencang, aku takut tak bisa menyelesaikan kewajibanku tepat pada waktunya. Lagi-lagi aku memohon padamu wahai sang ajal. Ulurlah waktu, sebelum aku mati aku ingin memulai apa yang belum kumulai. Ah, semua barang kepunyaanku takkan selesai kubagikan. Lebih baik keseluruhannya kukumpulkan saja dalam kardus, lalu kuberi catatan surat wasiat agar supaya isi didalamnya diserahkan kepanti asuhan. Lalu kira-kira apalagi yang harus kulakukan. Wah, rasa-rasanya selama aku hidup aku jarang beramal. Aku sering merasa iba menatap anak-anak kumal dipinggir jalanan yang menadahkan tangan. Tapi aku Cuma sebatas iba, dan jarang memberi rupiah pada mereka. Disaat-saat terakhir ini aku harus beramal, aku harus menyumbangkan uangku yang terbatas buat bocah-bocah yatim-piatu. Segera kuraih Telepon genggam di meja. Kucek pulsa yang tersisa, sisa pulsa yang anda miliki adalah senilai dua puluh lima ribu tiga ratus lima puluh rupiah . tinggal segitu sisa pulsaku. Aku ingat kalau operator selularku punya program infak lewat pengurangan pulsa. Sisa pulsaku kuhabiskan, kukirimkan untuk infak via SMS. Sudah cukup, aku sudah beramal.

Badanku lemas sekali, tulang-tulang serasa bergemeretakkan. Waktunya hampir tiba pikirku. Terlalu banyak yang belum kukerjakan. Sebelum mati aku ingin mencicipi sate ayam Cak Amat terlebih dahulu. Satenya paling terkenal di daerahku karena dibakar sempurna. Dengan bumbu kacang yang sedap menggoda. Sebelum mati aku juga ingin mengirim E-mail buat Angelina jolie. Aku hendak menyatakan kekagumanku padanya terkait aktingnya di Tomb raider yang luar biasa. Oh tidak, lalu bagaimana dengan teman-teman Chattingku? Mereka akan kehilangan Co-keren jika aku tak berpamitan. Setelah kuhitung-hitung dan kukalkulasikan lagi. Serta mengambil segala resiko yang terjadi, aku memutuskan waktunya masih cukup. Sebelum sang ajal datang aku masih sempat melakoni semuanya. Aku berkejar-kejaran dengan mati, menuju tempat mangkal Cak Amat. Memesan sate ayam spesial 10 tusuk plus es teh. Kemudian lari ke Cybernet login ke Yahoo, menulis e-mail singkat ke Anjelina jolie. Mengirim Offline messagges dengan isi ‘aku pergi meninggalkan dunia, selamat tinggal’ lalu kukirim kepada semua teman-teman chat-ku di seluruh penjuru dunia. kemudian Tak lupa kukembalikan kartu member-ku pada penunggu warnet sekalian pamitan padanya yang mana membuat ia mengerutkan dahi sekaligus terheran-heran saat aku bilang aku akan meninggalkan dunia ‘tuk selama-lamanya. Waktu terus berputar, jantungku makin hebat berdetak. Mengapa jantungku berdetak, berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang.1 Aku keluar dari ruangan warnet, menatap indahnya dunia, merasakan hembusan angin yang sepertinya akan jadi angin terakhir yang bisa menyentuh kulitku karena didalam sana pasti sedikit pengap dan tak ada lubang anginnya. Aku merasa sudah amat siap kini, sebelum aku mati aku telah laksanakan semua kewajiban, telah kumulai apa yang harus kumulai, dan telah kuakhiri apa yang harus berakhir. Serasa damai menyelubungi kalbu. Kematian hendak menjemputku secara pelan dan mengendap-endap. Tapi kok rasanya seperti masih ada yang mengganjal di hati, tapi apa ya? Rasa-rasanya masih ada yang tertinggal. Ada sesuatu hal yang terasa amat penting dan belum kuselesaikan. Kupikir dan kutelaah lagi jejak-jejak memori di otak. Ku jelajah segala rasa di hati dan mampuslah aku. Mampuslah aku walau pada kenyataannya aku memang akan segera mampus nanti. Ada masalah besar, aku lupa. Teramat lupa dan aku merutuki diriku sendiri kenapa aku bisa lupa. Aku belum menyatakan cintaku pada Bunga. Gadis yang 6 bulan belakangan ini membuatku susah tidur. Aku terus memendam perasaan cintaku karena aku menganggap waktunya belum tepat dan masih banyak hari esok untuk menyatakannya. Penyesalan memang datangnya belakangan. Perasaanku mengatakan ’Kau akan segera mati, waktumu telah tiba.’ Tidak, aku belum mau mati. Aku tak mau mati tanpa cinta, jelas-jelas sang ajal mendekat mengendap-endap hendak menyergapku dari belakang. Dan aku berlari, berlari sekencang mungkin mencari Bunga. Ini hari Senin. Bunga pasti tengah duduk di meja kelasnya menerima mata kuliah ekonomi yang di sampaikan Pak Soebagyo. Aku berlari menumpang angin, tak peduli semua orang menatapku dengan pandangan mereka. Ah mungkin mereka heran melihatku berlari-lari di tengah hari yang panas ini. Atau bisa jadi dan sangat mungkin mereka iba karena melihat aku tengah dikejar-kejar sang ajal yang menguntitku dari belakang. Mereka juga bisa melihatnya, orang-orangpun melihat kematian mendekatiku. Aku terus berlari, kampus tempatku dan Bunga menuntut ilmu sudah terlihat didepan mata. Bunga tunggu aku, aku akan menyatakan cinta padamu. Rasa yang terus kupendam ini akan kuutarakan padamu. Bersiaplah Bunga, terimalah cintaku. Aku mengelap dahiku yang telah bersimbah peluh. Seraya berlari aku menoleh kebelakang, kutilik siapa tahu sang ajal telah sangat dekat. Dengan kaki yang terus melangkah berlari, aku mencari-cari. Mana kira-kira sang ajal? Terlalu lama aku menoleh kebelakang sampai tiba-tiba….Guuuubbrraaaakkk….Sepeda motor bebek itu menabrakku. Aku terpelanting dan terjatuh di jalan raya. Aku terbaring diantara kehidupan dan kematian. Orang-orang mengerumuniku, termasuk sang pengendara motor. Dan lagi-lagi mereka Cuma menatapku dengan tatapan itu. Antara heran karena aku berlari dengan menolehkan muka kebelakang, atau bisa jadi iba karena mereka melihat sang ajal sedang memeluk diriku. Oh, sia-sia semuanya. Aku akan menjadi makhluk yang mati tanpa cinta. Selamat tinggal Bunga, maafkan aku karena aku tak sempat nyatakan cinta padamu. Kau adalah yang terindah dihatiku. aku akan pergi. Pergi jauh, meninggalkan dunia. Haha, aku tersenyum di tengah kerumunan orang-orang yang mengelilingiku. Aku akan segera terkubur dalam bumi. Ditimbun tanah yang dicangkul para penjaga kuburan. Sang ajal mendekat, terus mendekat, aku menggigit bibirku berharap bisa mengurangi kepanikan dalam jiwa dan diriku. Sudah sangat dekat sang mati, ah, padahal sebelum aku mati aku ingin menyatakan cintaku pada Bunga terlebih dahulu. Biar aku tak mati tanpa cinta. Tapi terlambat, sang ajal amat dekat, ia ada dihadapanku kini, sesungging senyum kecil menggantung di bibirku. Aku pergi, selamat tinggal dunia, aku peerrrgggiiii……”Le, cah bagus. Bangun Le, sudah siang iki lho. Kan kamu harus kuliah. Sayang kan kalau sampe enggak masuk kuliah. Wis awan le, ayo bangun-bangun!”

Iya Bu”

Aku masih rajin mengunjungi pemakaman. Walaupun kini usiaku telah uzur dan berbau tanah. Aku mengunjungi pemakaman secara rutin, entah demi berziarah, mengirimkan doa serta penghormatan bagi mereka yang telah lebih dahulu dipanggil, atau untuk mencium wewangian Bunga kamboja yang berguguran dipinggiran kompleks pemakaman. Atau sekedar melihat keriangan anak-anak yang bermain layang-layang disana. Aku mengunjungi pemakaman agar supaya aku ingat mati, mati yang tak tentu kapan menggenggam ragaku. Kematian yang semoga terus menjagaku agar jadi makhluk yang arif nan bijaksana sampai ku menutup mata. Masih tersisa senyuman di bibir wajahku yang mengeriput. Aku menerawang jauh kedalam kalbu. Takutkah aku dengan mati? Ngerikah aku dengan Keputusan-NYA? Anak-anak yang tengah bermain layang-layang itu terlihat amat gembira. Aku mendekat pada mereka, “Nak, bolehkah Bapak pinjam layang-layangnya sebentar?” “ini Pak” layang-layang itu diserahkan padaku. Aku coba menerbangkannya. Sebelum aku mati, aku ingin menerbangkan layang-layang ke angkasa. Haha, aku jadi ingat ketika kecil dulu aku selalu jadi juara adu layang-layang di pemakaman ini. Sebelum aku mati, aku ingin jadi juara lagi.

***

Baradatu, Way Kanan, 18 Nopember 2006

 

1 Lagu : Dewa 19 – Sedang ingin bercinta.

Polisi Di Pertengahan – Akhir Bulan.

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Daerah Gw Karanganyar Solo Jawa tengah, sebuah kota kecil dengan Panorama Indah, halah malah cerita panorama. Anda semua pastinya sudah tak asing lg dengan Budaya yg ada di Indonesia ini, ada istilah yg mengacu pada kelangsungan hidup suatu individu, karena istilah itu menyangkut gaji ataupun uang bulanan, istilah tersebut bernama “Tanggal Enom & Tanggal Tuo atau bahasa Indonesianya Tanggal muda & tanggal Tua” tanggal muda berarti antara awal bulan sampai pertengahan bulan, yg berarti baru menerima gaji, Tanggal Tua adalah tanggal pertengahan bulan sampai akhir bulan, nah disaat inilah yg paling dibenci kebanyakan Individu Indonesia (terutama Budak-Budak Gajian, seperti Gw juga,..hehehehe) karena di tanggal ini semua gaji telah terkuras habis n ga jarang harus pinjem sana-sini buat nerusin hidup.

Nah hal yg kayak gini juga terjadi Pada Bapak Polisi pelindung hukum tercinta, maaf-maaf aja nih ye kalo ada yg tersinggung, tapi ini dah jadi rahasia Umum: Tiap Pertengahan Bulan – Akhir Bulan, atawa kita sebut saja Tanggal Tua, maka Operasi Kendaraan Bermotor pasti lebih gencar dilaksanakan. Sebagai contoh ya gw ambil dari Kota Gw Karanganyar Solo, beberapa hari ini gencar banget operasi/Razia kendaraan bermotor. Tepatnya didaerah selatan Taman Pancasila, gila nih razia tiap hari ada. Yg bikin gw agak gimana gitu yah nih operasi aneh banget, soalnya yg diRazia tu dipilih-pilih, aturan kalau memang tu Razia resmi yah semua diberhentikan dong, trus diperiksa kelengkapan dll-nya. Nah ini yg ditangkep dipilih-pilih yg bakal kena Tilang banyak, terutama sasaran empuknya anak-anak sekolahan. System kerjanya salah satu Bapak Polisi menjadi pengawas, membawa Megaphone, trus dia yg milih-milih, teriak deh pake Megaphone: “yah baju biru….Helm Kuning Tangkep…..Yg boncengin ibu-ibu tangkep juga…” tu kan, dipilihin…??

Yg pasti kejadian kayak gini banyak terjadi di Seantero Indonesia, setiap akhir bulan terjadi Razia dari kepolisian, entah itu Resmi atau Ide dari masing2 Individu petugas gw ga tau, yg jelas pasti Anda-Anda semua dah ngerti dong kebenarannya, ini bukan Rahasia lagi. Penegak hukum kita mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, lah gimana Indonesia mo Maju…? Tapi sebenarnya memang bukan sepenuhnya salah Petugas mereka harus melakukan kayak gitu. Penjual akan muncul jika ada konsumen, nah itu dia., kita sebagai Pemakai Kendaraan Bermotor juga yg seringnya memancing Petugas, sebagian besar pengendara yg kegep & ketangkep razia memilih menyerahkan sejumlah uang kepada petugas daripada harus mengikuti sidang. Biar mereka ga repot-repot harus ngikutin sidang, biar bisa langsung cabuuuuttt….

Ketika Gw nulis inipun, operasi masih sering terjadi Di Selatan Taman Pancasila Karanganyar Solo Jawa Tengah Indonesia. Banyak yg kena Tilang, termasuk teman-teman gw sendiri. Oh, kapankah semua ini akan berakhir. Budaya mencari penghasilan tambahan diakhir bulan dengan cara ngobyek mencari tilang dijalan. Mending cari penghasilan tambahan seperti teman Gw, jual tempe goreng kek, bahkan ada yg nyambi Tambal Ban. Dan marilah kita mulai dari diri kita sendiri selaku pengguna kendaraan bermotor: Seandainya terkena Razia Lalu surat-surat Atau Kelengkapan Motor anda ga komplit, pilihlah untuk mengikuti sidang. Jangan menyerahkan sejumlah uang kepada petugas.

Kisah Tentang Pelacuran. “Terinspirasi Dari Mbak Ningsih, Tokoh Film Mengejar Mas-Mas”

Januari 7, 2008 oleh arissetyawangrungies

Wanita Tuna susila bahasa kerennya…Pecun bahasa gaulnya…Pelacur bahasa agak kasarnya, Wanita Jalang bahasa kasar banget….

tau2 pengen nulis kayak gini, terinspirasi membahas pelacuran setelah menonton film “Mengejar Mas-Mas” yg dibintangi oleh Dina Olivia, Poppy Sovia. Dwi Sasono. Film ini bercerita tentang Shanaz (Poppy sovia) yg lari dari rumah menyusul pacarnya ke jogja karena ada pertengkaran dengan ibunya, namun ketika sampai di Jogja pacarnya terlanjur naik gunung sehingga Shanaz yg ga punya duit sama sekali terlunta-lunta dan nyasar ke Lokalisasi kelas bawah di Jogja. Hingga akhirnya bertemu Ningsih (Dina Olivia) seorang Wanita tuna Susila di kawasan itu.Film yg digarap oleh……halah ini bahas pelacur apa bahas Film mengejar mas-mas toh? Sabar brur, toh gw nulis kan karena kemaren liat pilem ini di teve…..

mo di penjuru dunia manapun Pelacuran memang selalu ada karena Seks adalah barang yg dianggap sebagai hal dasar, hal pokok. Kayak sembako juga menjadi hal pokok maka menjamurlah Toko2 Dan kios2 yg jual sembako. Karena Seks juga kebutuhan dasar, kemudia menjamur jugalah jualan Daging di seluruh penjuru dunia. Setiap daerah, tiap negara di dunia ini selalu punya satu tempat sebagai jargon Lokalisasi. Malah dibeberapa negara Pelacuran di Legalkan. Jerman sebagai contoh melegalkan prostitusi dan pelacuran, sehingga pas ada gelaran Piala Dunia Jerman kemarin memperbanyak Impor kondom karena yakin bakal banyak Penonton piala dunia yg ikut merasakan prostitusi Jerman. Intinya di segala tempat selalu ada Lokalisasi. Di Indonesia sendiri tiap daerah selalu punya juga tempat seperti itu. Kramat Tunggak di Jakarta (Dulu), bandung punya Saritem & Braga, Sarkem di Jogja, Gang Dolly di Surabaya. Kalo Di Solo dikawasan RRI. (buset Loe tau ajah? Dah nyobain dateng satu2 yah? Hahaha….yah gaklah,,,……) nah kan? Ada aja Lokalisasi, bagaimana di kotamu? Ada ga? Ada donk….

Well ga semua Pelacur santun seperti mbak Ningsih di Pilem Mengejar Mas-Mas. Tapi pada dasarnya semua punya alasan menjual diri yang sama: Terjepit kondisi Finansial. Kebanyakan para wanita2 itu mengaku terpaksa jualan daging karena kondisi ekonomi yg memaksa mereka tetap makan namun kesulitan mencari makan secara baik2. Akhirnya jadilah mereka tukang jual daging. Dan prinsip orang dagang juga berlaku di dunia prostitusi ini: ada penjual ketika ada pembeli. Selama masih banyak lelaki hidung belang, maka prostitusi akan masih menjamur bahkan bisa jadi makin menggila. Para lelaki hidung belang banyak yg mengaku kayak gini: “yah cari refreshing mas, setelah capek pusing mikir cari makan. Sekali-kali cari hiburan gpp dong” oh ya, kalo memang cari hiburan saja setelah capek2 cari duit. Koq duit yg udah capek2 dicari itu juga ikut ilang gitu aja buat bayar psk? Ada tetangga gw, sebut saja Pak Miyo (buset namanya jepang banget kalo ga kayak merk sepeda motor) Pak Miyo berusia akhir 40-an. Beristeri, punya satu anak. Mengaku mengalami kebosanan akan hidup dan Membeli Daging di Lokalisasi dikatakannya sebagai salah satu obat yg cukup manjur. Awalnya pak Miyo hanya coba2, lama2 kecanduan dan segalanya dikorbankan agar bisa tetap mencicipi daging Mentah dikawasan Lokalisasi itu. Duit harian setelah capek berpanas-panasan yg harusnya lari kedapur, buntutnya juga jatuh kesana. Bahkan barang2 mulai dijual, Seekor sapi gemuk yg semula direncanakan untuk pernikahan sang Anak Perempuan juga ikut dijual hanya agar bisa tetap merasakan Daging mentah itu. Nah, apa kemudian Refreshing setelah capek cari duit bisa dijadikan alasan kalo pada akhirnya duit yg capek2 dicari itu juga habis untuk Refreshing?

Ironisnya sebenarnya masyarakat tau mengenai prostitusi seperti ini, bahkan mungkin aparat juga tau. Tapi semua seperti mendiamkan saja. Di daerah gw, tepatnya malah di kampung gw kawasan Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah, mulai menjamur villa2 plus2 dimana anda bisa menyewa perjam untuk bebas melakukan apapun bersama pasangan atau siapapun juga. Lha masyarakat yg kalo ada sinetron yg isinya seorang cewek hamil diluar nikah karena seks bebas marah2. Tapi begitu realita seperti ini memilih diam, mereka bukannya ga tau, tapi memilih pura2 ndak tahu, karena apa? Dengan adanya Villa Plus2 Kampung jadi dapet pemasukan tambahan tiap bulan dari Villa. Aparat juga diam saja kenapa? Mungkin sibuk Operasi & Razia kendaraan bermotor yah? Jadi ga sempet ngurusin begituan. Nah masyarakat sudah mendiamkan, aparat juga begitu. konsumen daging mentah makin banyak, maka makin suburlah bisnis prostitusi di Negeri Ini. Apa nanti di Indonesia bakal di Legalkan juga ya? Kayak di Jerman gitu?

Mbak Ningsih begitu Santun walaupun jadi Wanita Tuna Susila, menjaga Shanaz yg baru dikenalnya. Terpaksa juga menjual diri karena desakan ekonomi. Entah di ending tu fim ga dijelasin apa akhirnya mbak Ningsih tobat dan kembali kejalan yg lurus ga belok2 lg. Semua masalah selalu ada solusinya, demikian juga dengan masalah Prostitusi. Sepertinya di berita2 televisi dah sering diberitakan tentang pengrebekan kawasan lokalisai, yang edannya beberapa saat kemudian kawasan itu kembali beroperasi seolah ga terjadi satu apapun. Dan kenapa mereka masih nekad beroperasi kembali? Karena masih ada lelaki hidung belang yg membutuhkan. Selama masih ada konsumen, mereka tetap akan jual Daging….mungkin solusinya dari kita sendiri, tanya pada diri kita sendiri. Apa kita mendukung adanya Lokalisai dan prostitusi? Atau kita Menolak keras?

Dan untuk terakhir kalinya, gw mo bilang kalo Akting Dina Olivia di Film Mengejar Mas-Mas bagus banget……

hehehe…tapi bagusan Akting Poppy Sovia donk (soalnya dia lebih cantik sih…..Huahahahahaha)